PKK Kabupaten Musi Rawas Belajar Cara Mengelola Jelantah Jadi Rupiah di Kabupaten Tegal

Tim Penggerak PKK Musi Rawas belajar pengelolaan minyak jelantah dari Kabupaten Tegal. Program Jelantah untuk Kita dinilai dapat mengurangi limbah sekaligus bernilai ekonomi.
SLAWI, puskapik.com - Tim Penggetak PKK Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan belajar cara mengelola minyak jelantah untuk meminimalisir dampak lingkungan di Kabupaten Tegal, Selasa 29 September 2026. Bahkan, minyak jelantah bisa menjadi barang ekonomis yang menghasilkan pendapatan.
Kunjungan Tim Penggetak PKK Kabupaten Musi Rawas dipimpin Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud dan diterima Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak di Pendapa Rumah Dinas Bupati Tegal.
"Kami tertarik dengan progran Jelantah untuk Kita yang dikembangkan Pokja 3 TP PKK Kabupaten Tegal," ujar Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud.
Baca Juga: SD Muhammadiyah Slawi Salurkan 80.000 Liter Air Bersih
Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud kunjungan ke Kabupaten Tegal dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan pemerintah daerah bersama TP PKK.
Menurutnya, pihaknya sengaja membawa sejumlah kepala perangkat daerah agar dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai program-program yang telah berjalan di Kabupaten Tegal dan menggali hal-hal yang dapat diadaptasi di Kabupaten Musi Rawas.
“Kami datang untuk belajar dan melihat langsung inovasi yang ada di Kabupaten Tegal. Banyak ilmu dan inspirasi yang kami dapatkan untuk diterapkan di daerah kami,” ujar Ratna.
Baca Juga: Percepat Pendirian Sekolah Rakyat, Plt. Bupati Pekalongan Lakukan Audiensi dengan Wamensos
Bupati Tegal H Ischak juga memperkenalkan sejumlah potensi unggulan Kabupaten Tegal kepada rombongan. Di antaranya kawasan wisata Guci yang menjadi salah satu destinasi unggulan daerah serta berbagai kuliner khas, seperti sate kambing muda Bawah tiga bulan (Batibul) dan Bawah lima bulan (Balibul) serta tahu aci.
Ketua TP PKK Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak menjelaskan, Jelita merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
“Melalui Jelita, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa minyak jelantah bukan sekadar limbah. Jika dikumpulkan dan dikelola dengan baik, jelantah memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.
Selain Jelita, TP PKK Kabupaten Tegal juga memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan, antara lain desa binaan yang mencakup 18 kecamatan, penguatan kapasitas dan pelatihan kelembagaan Pokja 1 hingga Pokja 4, serta transformasi Posyandu yang mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Program-program TP PKK harus terus berkembang dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kader dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat dan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Artikel Terkait

8 Sales Regulator Gas Dikeroyok Warga di Gondang Subah, Polresta Batang Ungkap Kronologi dan Penyebabnya

SD Muhammadiyah Slawi Salurkan 80.000 Liter Air Bersih

Percepat Pendirian Sekolah Rakyat, Plt. Bupati Pekalongan Lakukan Audiensi dengan Wamensos
