DPRD Brebes Soroti Maraknya Tawuran Pelajar, Minta Ada Langkah Konkret Pencegahan

Anggota DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, soroti maraknya tawuran pelajar dan dorong langkah konkret sekolah, orang tua, dan aparat cegah korban.
BREBES, puskapik.com — DPRD Kabupaten Brebes menyoroti maraknya aksi tawuran antara kelompok pelajar yang terjadi di Kabupaten Brebes.
Selain merasa prihatin, DPRD juga meminta agar dilakukan langkah konkret bersama untuk mencegah terjadinya tawuran. Sehingga tidak menyebabkan jatuh korban.
Anggota DPRD Brebes, Heri Fitriansyah mengaku, keprihatin atas insiden tawuran terbaru yang menyebabkan meninggalnya seorang pelajar.
Baca Juga: Baru Dilantik, PSN di Brebes Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Tanah Bergerak
Fenomena tawuran pelajar bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal yang membahayakan nyawa.
Kejadian yang kerap viral di media sosial ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera bertindak lebih serius.
“Kami sangat prihatin atas terjadinya tawuran di kalangan pelajar yang sampai menyebabkan korban meninggal dunia. Ini bukan pertama kali terjadi di Brebes, dan kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” kayanya, kemarin.
Baca Juga: 44 Pasien Suspek Campak Dirawat di RSUD Brebes, Mayoritas Anak Anak
Dia menilai, sebagian besar pelaku tawuran merupakan remaja berusia antara 15 hingga 20 tahun yang masih berstatus pelajar.
Kondisi itu menunjukkan pentingnya peran semua elemen. Yakni, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas dalam melakukan pengawasan dan pembinaan.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga lingkungan. Apalagi sangat penting adanya kepedulian warga terhadap aktivitas remaja yang mencurigakan, terutama yang berpotensi mengarah pada aksi tawuran.
“Kami mohon peran serta masyarakat. Jika melihat ada remaja yang bergerombol dengan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknha mengapresiasi aparat keamanan yang selama ini rutin melakukan patroli, guna mengantisipasi potensi tawuran. Langkah itu sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Khususnya di wilayah-wilayah yang rawan.
Menurut Heri, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran orang tua dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah.
“Kepada para orang tua, kami harapkan untuk terus memantau dan mengawasi anak-anaknya. Bangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ucapnya.
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
