Dua Kakak Beradik Korban Runtuhnya Gedung Hogwan Dimakamkan di Karangturi Bumiayu

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13.56
Suasana Pemakaman Nara dan Arfa, kakak beradik yang meninggal setelah rumahnya tertimpa reruntuhan material gedung Hogwan di Desa Dukuhturi,Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes (FOTO DOK)
Suasana Pemakaman Nara dan Arfa, kakak beradik yang meninggal setelah rumahnya tertimpa reruntuhan material gedung Hogwan di Desa Dukuhturi,Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes (FOTO DOK)

Nara dan Arfa, kakak beradik korban runtuhnya Gedung Hogwan Bumiayu, dimakamkan di Karangturi. Duka keluarga mengiringi pemakaman dua korban.

BREBES, puskapik.com – Nara dan Arfa, dua kakak beradik yang meninggal dunia setelah rumah mereka tertimpa reruntuhan tembok Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, dimakamkan di Dukuh Karangturi, Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Minggu, 30 Agustus 2026.

Keduanya dimakamkan di tempat tinggal kerabat keluarga. Tangis dan duka mengiringi pemakaman dua anak yang menjadi korban dalam peristiwa runtuhnya tembok bagian depan Gedung Hogwan tersebut.

Nara bernama lengkap Kinara Nafasya Jeslyn, sedangkan Arfa bernama lengkap Kinarian Yusfina Arfadhia. Nara berusia 4 tahun dan Arfa 8 tahun.

Baca Juga: Alat Berat Tiba di Gedung Hogwan Bumiayu, Evakuasi Reruntuhan Dipercepat

Sekretaris Desa Dukuhturi, Andi Kuswoyo, mengatakan, pemakaman berlangsung sekitar pukul 11.00

WIB."Keluarga, kerabat, dan warga mengantar jenazah Nara dan Arfa ke tempat peristirahatan terakhir," kata Andi.

Andi juga memberikan keterangan terbaru mengenai usia Arfa. Menurutnya, Arfa berusia 8 tahun.

Sebelumnya, usia Arfa disebut 6 tahun dalam informasi awal yang diterima di lokasi kejadian.

Baca Juga: Dieng Culture Festival 2026, Harmoni Budaya di Atas Awan

Kedua kakak beradik itu menjadi korban setelah rumah yang mereka tempati tertimpa material tembok bagian depan Gedung Hogwan yang runtuh pada Minggu pagi.

Saat kejadian, Nara dan Arfa disebut masih tidur di dalam rumah. Ayah mereka, Sariman, sedang mandi, sedangkan ibu mereka, Feti, sedang pergi ke pasar.

Dalam sekejap, suasana pagi yang semula berjalan seperti biasa berubah menjadi kepanikan.

Material bangunan menimpa rumah keluarga tersebut dan membuat warga berdatangan untuk membantu mencari kedua anak itu.

Keduanya kemudian ditemukan di antara material bangunan yang menimpa rumah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait