Enam Ruang Kelas XI SMA Negeri 1 Bantarkawung Habis Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Kebakaran di SMA Negeri 1 Bantarkawung, Brebes, menghanguskan enam ruang kelas XI dengan kerugian sekitar Rp500 juta. Tidak ada korban jiwa.
BREBES, puskapik.com– Kebakaran di SMA Negeri 1 Bantarkawung, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (5/9/2026) sore, menghanguskan enam ruang kelas XI beserta sejumlah perabot di dalamnya.
Enam ruang kelas tersebut terbakar dan mengalami kerusakan parah. Kerugian akibat kebakaran sementara ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Api awalnya terlihat dari bagian belakang kamar mandi atau toilet yang berada di belakang ruang kelas. Api kemudian membakar tumpukan kayu di sekitar lokasi dan merembet ke ruang kelas.
Baca Juga: Sebuah Mobil di Jalur Pantura Brebes Kebakaran, Begini Kronologinya
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar ke sejumlah ruang kelas lainnya.
Koordinator Lapangan BPBD Brebes wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan.
“Yang terlibat di lokasi ada dari pemadam kebakaran, BPBD, Polsek Bantarkawung, Koramil Bantarkawung dan para relawan. Semuanya bersama-sama membantu proses pemadaman,” kata Budi.
Menurut Budi, kondisi angin dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat melakukan pemadaman.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Kaligangsa-Krandon Tegal, Damkar Kesulitan Jangkau Titik Api
Karena itu, keberadaan hidran di wilayah Bantarkawung dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan kejadian kebakaran.
Petugas gabungan bersama warga melakukan pemadaman sejak kebakaran diketahui. Sekitar pukul 16.00 WIB, api berhasil dikendalikan.
Meski demikian, petugas masih melakukan penyemprotan untuk pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Sekitar pukul 18.00 WIB, api dilaporkan telah sepenuhnya padam.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," kata Budi.
Dari pendataan sementara, enam ruang kelas XI beserta isinya, seperti meja dan kursi, terbakar dan mengalami kerusakan parah. Kerugian materi masih dalam proses pendataan dan sementara diperkirakan sekitar Rp500 juta.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman petugas.**


