Gudang Limbah di Brebes Kebakaran, 8 Mobil Damkar Dikerahkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19.48
Mobil water canon milik Polres Brebes ikut diterjunkan untuk membantu memadamkan api yang membakar gudang non B3 di Slatri, Larangan, Brebes.
Mobil water canon milik Polres Brebes ikut diterjunkan untuk membantu memadamkan api yang membakar gudang non B3 di Slatri, Larangan, Brebes.

Gudang limbah non-B3 di Desa Slatri, Larangan, Brebes terbakar hebat. Delapan mobil Damkar dikerahkan, sementara material karet, plastik, dan outsol menyulitkan pemadaman.

BREBES, puskapik.com – Gudang limbah non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Desa Slatri Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mengalami kebakaran hebat, Sabtu (8/8/2026).

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 13.00 WIB dan hingga proses penanganan berlangsung masih belum sepenuhnya padam.

Bahkan, sebanyak 8 mobil pemadam kebakaran (Damkar) telah dikerahkan untuk memadamkan api.

Baca Juga: Reses Anfaq : Warga Minta Pengerukan Saluran dan Kebijakan Parkir Jumat

Kapolsek Larangan, Kompol Suryantono mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan dan proses penyelidikan awal terkait kejadian tersebut.

"Untuk penyebabnya belum pasti. Yang terbakar gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3," ujarnya di lokasi kejadian..

Dia mengatakan, delapan unit mobil damkar dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

Baca Juga: Dewan Buruh Kendal Gerak Cepat, Somasi Perusahaan yang Diduga PHK 8 Pekerja Sepihak

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material yang terbakar merupakan limbah yang mudah terbakar. Material tersebut antara lain berupa karet, bahan outsol sepatu, serta plastik. Banyaknya material tersebut membuat api cepat membesar dan relatif sulit dipadamkan.

"Apinya besar, sedangkan bahan yang terbakar berupa limbah non-B3 yang mudah terbakar, seperti karet, outsol sepatu, dan plastik. Sehingga mudah terbakar dan sulit dipadamkan," terangnya.

Selain karakteristik bahan yang terbakar, lanjut dia, proses pemadaman juga terkendala banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan kejadian tersebut. Kerumunan warga di sekitar lokasi membuat kendaraan pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat hendak masuk menuju titik kebakaran.

"Kendalanya banyak masyarakat yang menonton, sehingga kendaraan-kendaraan pemadam masuknya agak terganggu," sambungnya.

Kapolsek menegaskan, lokasi yang terbakar bukan merupakan pabrik yang sudah beroperasi. Melainkan gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3. Lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum melakukan kegiatan produksi.

"Ini sebenarnya belum pabrik karena masih gudang, gudang penyimpanan limbah non-B3. Belum ada produksi," ungkapnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait