Inafis Periksa Gedung Hogwan Bumiayu, Ini yang Dilakukan di Lokasi

Kamis, 3 September 2026 | 18.47
Tim Inafis Polres Brebes mendokumentasikan titik atau lokasi ditemukannya korban meninggal akibat tertimpa puing reruntuhan gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu
Tim Inafis Polres Brebes mendokumentasikan titik atau lokasi ditemukannya korban meninggal akibat tertimpa puing reruntuhan gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu (Foto Warga)

Tim Inafis Polres Brebes memeriksa Gedung Hogwan Bumiayu dan mendokumentasikan titik ditemukannya korban setelah bangunan tersebut runtuh.

BREBES, puskapik.com– Tim Inafis Polres Brebes memeriksa Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Kamis, 3 September 2026.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi bangunan setelah runtuh sekaligus mendokumentasikan bagian-bagian yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk titik ditemukannya korban.

Ketua RW 03 Desa Dukuhturi, Edi Purwanto, mengatakan tim Inafis tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 dan melakukan pemeriksaan selama kurang lebih satu jam.

Baca Juga: RSUD Kardinah Tegal Tekan Kerugian Rp 11,7 Miliar, Ini Respon Komisi II DPRD

Edi yang ikut mendampingi tim Inafis, mengatakan, petugas memeriksa kondisi bangunan bekas pabrik tapioka itu secara menyeluruh. Petugas juga melihat bagian gedung yang masih berdiri setelah sebagian bangunan runtuh.

Selain itu, menurut Edi, petugas menandai dan mendokumentasikan sejumlah titik yang menjadi lokasi ditemukannya korban.“Pemeriksaan di lokasi sekitar satu jam,” kata Edi.

Setelah pemeriksaan gedung Hogwan selesai, puluhan warga langsung melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing yang menimpa rumah warga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Setahun Dilanda Krisis Air, Warga Sirowo Kendal Kini Punya Harapan Baru

Edi mengatakan, sejumlah barang milik warga masih tertimbun material bangunan. Di antaranya terdapat surat dan dokumen penting.“Masih ada barang atau surat penting milik warga yang tertimbun,” ujarnya.

Seperti diketahui, bagian depan Gedung Hogwan runtuh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Reruntuhan bangunan menimpa tiga rumah warga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yakni Kajat (80) serta kakak beradik Nara (4) dan Arfa (8).**

Artikel Terkait