Isak Tangis Sambut Jenazah Dani di Pagojengan Brebes, Korban KMP Virgo Transport 8

Rabu, 7 Oktober 2026 | 12.02 WIB
puskapik

Jenazah Rahmat Dani, korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8, tiba di rumah duka di Pagojengan, Brebes, setelah 24 hari dinyatakan hilang.

BREBES, puskapik.com - Isak tangis pecah di rumah duka Rahmat Dani (31), warga Dukuh Waru, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu, 7 Oktober 2026.

Jenazah korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 itu tiba di rumah duka sekitar pukul 10.45 WIB. Kedatangannya disambut orang tua, Rasdi dan Pujiati, keluarga, serta para tetangga yang telah menunggu.

Dani sempat dinyatakan hilang setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada 13 September 2026. Ia akhirnya ditemukan pada pencarian hari ke 16 di pesisir pantai Kalimantan Timur.

Baca Juga: Ada Parkir Liar di Kota Tegal, Laporkan ke Sini

Jenazah Dani kemudian dievakuasi dan menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin. Identitasnya dipastikan melalui ciri medis sekunder serta properti yang melekat pada tubuhnya.

Proses identifikasi selesai pada Selasa, 6 Oktober 2026. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke kampung halaman.

Seluruh biaya pemulangan jenazah Dani ditanggung oleh manajemen Kapal Virgo.

Baca Juga: Korsleting Diduga Picu Kebakaran di PT Kayu Lapis Indonesia Kendal

Kepulangan Dani mengakhiri penantian keluarga selama 24 hari sejak kecelakaan kapal tersebut.

Sejak malam setelah mendapat kabar kapal yang ditumpangi Dani mengalami kecelakaan, keluarga telah menggelar pengajian. Doa terus dipanjatkan sambil menunggu kabar mengenai keberadaan Dani.

Dani merupakan pekerja ekspedisi asal Tangerang, Banten. Ia berada di dalam KMP Virgo Transport 8 bersama sepupunya, Fajar Ramadhan, untuk mengirimkan barang ke Banjarmasin.

Keduanya berangkat dari Tangerang sebelum kemudian naik KMP Virgo Transport 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Jenazah Dani langsung dimakamkan di TPU Krajan Desa Pagojengan. Sementara itu, penantian masih berlanjut bagi keluarga Fajar. Orang tua Fajar hingga kini masih berada di Banjarmasin untuk mencari informasi mengenai keberadaan putra mereka.

Artikel Terkait