Jembatan Pemali Brebes Nyaris Terbakar

Jumat, 5 Juni 2026 | 08.00
Api membakar kolong Jembatan Sungai Pemali di Jalur Pantura Brebes.
Api membakar kolong Jembatan Sungai Pemali di Jalur Pantura Brebes.

Jembatan Sungai Pemali di Jalur Pantura Brebes nyaris terbakar akibat api yang muncul dari kolong jembatan. Damkar bergerak cepat dan berhasil memadamkan.

BREBES, puskapik.com – Jembatan sungai Pemali di Jalur Pantura Kota Brebes, nyaris kebakaran. Ini menyusul munculnya kobaran api dari kolong jembatan.

Beruntung api berhasil di padamkan petugas Pemakadam Kebakaran (Damkar) Brebes yang cepat merespon laporan warga. Insiden ini, terjadi pada Kamis dini hari (4/6/2026), sekitar pukul 04.00 WIB.

Peristiwa yang membuat warga sekitar panik itu, diketahui setelah asap tebal membumbung dari bawah jembatan.

Baca Juga: Curi Motor Tetangga, Pria di Wanasari Brebes Babak Belur Dihajar Warga

Munculnya asap ini kali pertama diketahui seorang warga yang hendak menuju pasar. Saat mengeceknya, api ternyata telah membesar.

Api ini membakar area yang digunakan sebagai tempat pembuatan tirai bambu di bawah jembatan.

Mengetahui kondisi tersebut, warga melaporkan ke petugas Damkar Kabupaten Brebes. Satu unit mobil pemadam bersama sejumlah personel terjun ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bagian konstruksi jembatan.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Brebes, Rafiudin Musa mengatakan, kebakaran berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 25 menit.

Baca Juga: Guci Tegal Masih Terbengkalai, Wakil Ketua DPRD Agus Solichin Pertanyakan Konsep Pengembangan

"Petugas menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah membakar sejumlah material bambu yang digunakan untuk pembuatan tirai. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan," katanya, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun sejumlah bagian rangka baja di bawah jembatan tampak menghitam. Ini akibat terpapar panas dan asap kebakaran. Material bambu serta perlengkapan produksi tirai yang berada di lokasi juga ludes terbakar.

"Daei hasil pendataan kami, area yang terbakar mencapai sekitar 12 x 8 meter. Sementara nilai kerugian masih dalam proses perhitungan," terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke tumpukan bambu dan material mudah terbakar lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di dekat material yang mudah terbakar. Kebiasaan ini sangat berisiko memicu kebakaran yang dapat mengancam keselamatan dan fasilitas umum," sambungnya..

Sementara Bambang, warga Desa Pebatan mengungkapkan, dari informasi dari warga sekitar, sebelum kejadian ada dua orang sedang duduk-duduk di lokasi kejadian.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait