Guci Tegal Masih Terbengkalai, Wakil Ketua DPRD Agus Solichin Pertanyakan Konsep Pengembangan

Kamis, 4 Juni 2026 | 22.14
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Solichin menyoroti kawasan pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal yang tak kunjung dibenahi

SLAWI, puskapik.com - Kawasan pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pasca bencana banjir bandang hingga kini belum dibenahi.

Bahkan, pancuran 13 yang menjadi daya tarik wisatawan hanya dibiarkan terbengkalai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin menyoroti rencana pembenahan wisata Guci yang tak kunjung terealisasi

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Tanda Ban Mobil Harus Ganti, Jangan Nunggu Botak

Menurut Agus Solichin , pascabanjir yang merusak sejumlah fasilitas di wisata Guci, baru jembatan penghubung Desa Guci dengan Desa Rembul yang diperbaiki dengan menggunakan jembatan bailey.

Jembatan itu berdekatan dengan Jurug Jedor yang menjadi akses ekonomi, pendidikan dan wisata.

“Jembatan yang di Pancuran 13 belum dibangun. Jembatan baru sebatas jembatan darurat yang dibangun masyarakat dengan menggunakan bambu,” kata Agus Solichin yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal, Kamis 4 Juni 2026.

Ia meminta jembatan di Pancuran 13 segera dibangun. Direncanakan, jembatan dibangun dengan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Diharapkan, anggaran itu segera dibangun jembatan tersebut, mengingat jembatan Pancuran 13 dinilai akses penting untuk mobilitas wisatawan.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan konsep pengembangan wisata Guci.

“Konsep Guci harus jelas dengan tetap menjaga kelestarian alam, termasuk, penataan penginapan dan hotel yang mempertimbangkan faktor lingkungan,” tegas pria yang akrab disapa AS itu.

Dijelaskan, sejauh ini penataan wilayah di objek wisata Guci belum terapkan.

Baca Juga: Diduga Langgar Perda, Usaha di Alun-alun Terancam Ditertibkan

Banyak hotel dan penginapan yang berdiri di lereng bukit dengan memangkas pohon-pohon.

Hal itu dinilai merusak alam dengan menghilangkan tempat resapan air. Banjir yang terjadi di Sungai Gung wilayah Guci disinyalir akibat banyak hutan yang gundul.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait