Legenda Jaka Poleng, Sosok Penjaga Wilayah Kabupaten Brebes

Jumat, 16 Januari 2026 | 18.01 WIB
Sumur Jaka Poleng
Kamar Jaka Poleng yang berada di salah satu sudut bagian Pendopo Kabupaten Brebes.(Foto: Setiawan/puskapik.com)

Bagi sebagian besar masyarakat Brebes mempercayai Jaka Poleng merupakan penguasa daerah penghasil bawang merah dan telur asin

BREBES, puskapik.com - Tepat pada 18 Januari 2026 mendatang, Kabupaten Brebes genap berusia 348 tahun.

Berbicara wilayah Brebes tidak terlepas sosok yang cukup dikenal, yakni Jaka Poleng atau Ki Mas Jaka Poleng, atau juga di sebut Mbah Jaka Poleng.

Bagi sebagian besar masyarakat Brebes mempercayai Jaka Poleng merupakan penguasa daerah penghasil bawang merah dan telur asin tersebut. Bahkan, ada yang percaya, jika sosok ini memang ada hingga sekarang.

Baca Juga: AKBP Veronica Wanita Pertama Jadi Kapolres Batang

Ki Mas Jaka Poleng ini menempati sebuah sumur tua di Kompleks Pendopo Kabupaten Brebes. Masyarakat juga mempercayai jika air sumur ini mengandung khasiat tertentu.

Tak hanya itu, di sudut Pendopo Brebes juga ada sebuah kamar khusus yang dipercaya sebagai tempat istirahat Ki Mas Jaka Poleng.

Beberapa pemimpin Indonesia segaja datang ke Pendopo Brebes hanya untuk bertawasul atau berdoa di kamar Ki Mas Jaka Poleng ini.

Berikut penelusuran puskapik.com untuk mengangkat kembali cerita siapa Jaka Poleng hingga melegenda di Kabupaten Brebes.

Era Tumenggung Pusponegoro I

Kisah Ki Mas Jaka Poleng terjadi saat zaman Bupati Brebes kedua. Yakni, Tumenggung Pusponegoro I.

Kala itu, Jaka Poleng merupakan abdi dalem Kadipaten Brebes. Ia bertugas mencari rumput untuk pakan kuda Bupati.

Pada suatu ketika, Jaka Poleng tengah mencari rumput di sebuah daerah.

Baca Juga: Tak Terlihat Berhari-hari, Lansia di Sirampog Brebes Ditemukan Meninggal Membusuk di Rumah

Dalam pencarian rumput ini, ia mendadak menemukan sebuah telur ular. Telur itu kemudian diambil dan dibawa ke Pendopo Brebes.

Jaka Poleng sempat menunjukkan kepada junjungannya atas telur ular yang di temukannya ini.

Di malam harinya, Jaka Poleng bermimpi didatangi pemilik telur, yang konon merupakan Kanjeng Ratu Kidul.

Dalam mimpinya, pemilik telur berpesan. Siapa pun yang memakan telur itu harus seseorang yang ikhlas, karena akan moksa ke alam lain.

Setelah memakan telur itu, akan menjadi orang yang sangat manfaat bagi masyarakat Brebes. Dan, Jaka Poleng sebagai manusia pilihannya.

Keesokan harinya, semua mimpi yang dialami Jaka Poleng di ceritakam kepada junjungannya, Tumenggung Pusponegoro I.

Junjungannya ini juga sempat berniat meminta telur tersebut. Namun Jaka Poleng menolak dengan halus.

Usai itu, Jaka Poleng pun memakan telur tersebut. Kemudian, pada malam harinya ia tidur seperti biasanya.

Moksa

Namun keesokan paginya, Jaka Poleng tiba tiba sudah tidak ada di kamarnya. Meski sudah dicari oleh seluruh penghuni Pendopo Brebes tetapi tidak di temukan.

Baca Juga: Perangkat Daerah Baru dan Semangat Agile Governance

Sementara junjungannya, menganggap Jaka Poleng sudah berangkat mencari rumput.

Pada suatu waktu, Jaka Poleng yang telah moksa ini mendatangi junjungannya, Tumenggung Pusponegoro I.

Ia menemui Bupati kedua Brebes ini dalam wujudnya yang sudah moksa. Ia juga memberi tahu jika dirinya sudah pidah alam, serta ditugasi untuk menjaga wilayah Brebes.

Sewaktu-waktu Jaka Poleng bisa pulang dengan wujud nyata dan di lihat junjungannya.

Hingga waktu terus berjalan, Jaka Poleng menjadi penghuni gaib Pendopo Brebes.

Selain di sumur tua yang berada di area parkir Pendopo, Jaka Poleng juga mempunyai kamar khusus di Pendopo Brebes.

Lokasinya tidak jauh dari sumur tua. Hanya dibatasi pintu masuk yang menghubungkan antara ruang dalam Pendopo dengan area parkir kendaraan Bupati.

Hingga kini, kamar dan sumur Jaka Poleng masih terawat dengan baik. Banyak masyarakat yang sengaja berziarah di tempat tersebut. Termasuk, mengambil air dari sumur Jaka Poleng.

Tak hanya itu, beberapa pemimpin besar di Indonesia juga pernah berdoa di kamar Jaka Poleng. Salah satunya, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau saya menyebutnya Ki Mas Jaka Poleng. Mungkin masyarakat umum biasa menyebut Mbah Jaka Poleng. Bagi saya makruh menyebut mbah. Ini karena sejatinya sosok Ki Mas Jaka Poleng masih muda. Saya sempat di tegur sama beliau (Jaka Poleng-red), saat memanggilnya mbah," ucap Mbah Hadi, pegiat spiritual asal Limbangan Wetan Brebes, mengawali pembicaraan terkait Ki Mas Jaka Poleng.

Hingga saat ini, Mbah Hadi masih sering berkomunikasi secara batin dengan Jaka Poleng.

Ia juga mempunyai sederet pengalaman dengan sosok tersebut. Bahkan, ketika akan terjadi sesuatu di Brebes, dirinya kerap di beri tahu oleh Jaka Poleng.

"Saya meyakini Ki Mas Jaka Poleng ada hingga saat ini. Beliau merupakan sosok yang dituakan di kalangannya untuk menjaga wilayah Brebes," kata Mbah Hadi.

Selain di Pendopo Brebes, Jaka Poleng juga kerap keluar Pendopo dengan menjelma seperti manusia umumnya. Beberapa tempat yang kerap di singgahi Jaka Poleng di antaranya, Alun-alun Brebes dan Sungai Pemali.

"Sebagaimana cerita yang sudah berkembang di masyarakat Brebes, Ki Mas Jaka Poleng dahulunya memang seorang Plekatik, yang menemukan telur ular dan memakannya. Namun begitu makan, tidak langsung moksa, tetapi ada prosesnya. Moksanya Ki Mas Jaka Poleng terjadi saat beliau tidur di kamarnya. Ya, cerita ini saya dapat dari beliau langsung saat berkomunikasi secara batin," ungkap Mbah Hadi.

Wujud Jaka Poleng

Sebagian besar masyarakat mengetahui perwujudan asli penguasa gaib Brebes ini, hanya dari mulut ke mulut.

Ada yang mengatakan sosoknya seorang kakek, ada juga yang mengatakan sosoknya manusia ular. Mungkin tanpa di sadari, sebenarnya banyak masyarakat Brebes yang tengah beraktivitas di Alun-alun Brebes bertemu langsung dengan sosok Jaka Poleng.

Namun karena tidak tahu wujud sebenarnya, masyarakat yang melihat tidak menyadari jika sejatinya orang yang di temui di Alun-alun Brebes adalah sosok Jaka Poleng.

"Tempat yang paling disenangi Ki Mas Jaka Poleng Alun-alun Brebes, terutama, di dekat tiang bendera. Lokasinya lurus dengan pintu masuk Pendopo Brebes. Biasanya Ki Mas Jaka Poleng duduk atau sedang berjalan di situ," jelas Mbah Hadi.

Ketika masyarakat umum melihat, tentu akan menganggapnya sebagai orang biasa. Itu karena saat Jaka Poleng berada di Alun-alun Brebes, wujudnya seperti manusia pada umumnya. Namun ia mempunyai ciri khusus.

"Wujudnya pria berwajah gagah, tetapi pakaiannya lusuh seperti pengemis. Nah, biasanya di telinganya terselip satu batang rokok kretek. Ini ciri khusus, kalau Ki Mas Jaka Poleng singgah di Alun-alun Brebes. Jika bertemu seseorang dengan ciri ini, seyogyanya ucapkan uluk salam kepadanya. Dan, pasti akan di jawab uluk salam ini. Tapi, saat orang yang menyapa menengok, Ki Mas Jaka Poleng sudah tidak ada," terang Mbah Hadi.

Sedangkan perwujudan asli Ki Mas Jaka Poleng di kalangannya, Lanjut Mbah Hadi, berbentuk setengah manusia berwajah gagah, dengan tubuh ular naga.

"Kalau masyarakat umum melihat wujud asli Ki Mas Jaka Poleng di kalangannya, pasti akan lari. Bahkan, bisa langsung pingsan. Bentuknya pria gagah dengan tubuh oyod (akar-red). Saya menyebut oyod karena makruh bagi saya menyebut ular," sambung Mbah Hadi.

Tempat lain di luar Pendopo Brebes yang sering di singgahi Jaka Poleng, adalah di Sungai Pemali. Tepatnya, di bawah Jembatan Rel Kereta Api sebelah utara sedikit.

Baca Juga: Kabupaten Tegal Bidik Predikat Madya dalam Penilaian Parahita EkaprayaItu

Di tempat itu, Jaka Poleng kerap Jerum (bermain-red) bersama kaumnya. Jaka Poleng berada di Sungai Pemali biasanya pada setiap Jumat Kliwon. Sedangkan kalau berada di Pendopo Brebes saat malam Rebo Pon.

Keberadaan Ki Mas Jaka Poleng di Sungai Pemali itu tidak terlepas dari tugas besarnya menjaga Brebes. Terbukti, ketika ada kiriman santet dari wilayah barat Sungai Pemali, yang akan masuk ke Brebes akan hancur. Hal itu masyarakat sudah banyak yang membuktikan.

"Di Sungai Pemali ini, seperti ada benteng gaib yang melindungi Brebes. Jenis santet apa pun, ketika dari arah barat di kirim ke Brebes akan jatuh di Sungai Pemali. Ini tidak terlepas dari peran Ki Mas Jaka Poleng," cerita Mbah Hadi.

Mbah Hadi melanjutkan, Jaka Poleng ini sosok baik, bijaksana dan tidak suka marah. Dalam setiap komunikasinya, beliau sering memberikan nasihat. Ketika masyarakat berwasilah ke Jaka Poleng, karena mempunyai hajat tertentu, juga tidak memerlukan syarat tertentu.

"Kalau menurut saya, sosoknya baik dan bijaksana. Tugas utamanya, menjaga Brebes dari berbagai gangguan. Termasuk dari manusia yang serakah. Ki Mas Jaka Poleng ini, ketika memberi nasihat juga tidak lama, hanya sekilas. Ini ciri beliau," tutupnya.***

Artikel Terkait