Minggu Depan Pemkab Brebes Tangani Darurat Putusnya Jembatan Kalibuntu

Minggu, 5 April 2026 | 14.13
Kondisi Jembatan Kalibuntu Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes yang mendadak putus.
Kondisi Jembatan Kalibuntu Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes yang mendadak putus.

Kondisi Jembatan Kalibuntu di Desa Cilibur, Paguyangan, yang putus dan mengisolasi warga; Pemkab Brebes siapkan penanganan darurat mulai pekan depan.

BREBES, puskapik.com - Penanganan darurat terhadap putusan Jembatan Kalibuntu, di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, segera ditangani secara darurat.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes minggu depan akan mulai melakukan penanganan darurat tersebut.

"Untuk penangan darurat, kita akan bangun jembatan darurat dengan konstruksi semi permanen. Dan, rencana pelaksanaan minggu depan," ungkap Kepala DPU Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Nawal Yasin Dorong Inovasi UMKM Berbasis Potensi Lokal

Sebelumnya, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di dampingi Kepala DPU Kabupaten Brebes Dani Asmoro meninjau langsung, putusnya Jembatan Kalibuntu tersebut, Sabtu (4/4/2026).

Jembatan itu putus pada Jumat (3/4/2026). Akibatnya, ratusan warga di Dukuh Luwung, Desa Cilibur terisolir.

"Terkait kebutuhan anggaran, baik untuk penanganan darurat dan permanen jembatan ini, saat ini sedang kita estimasi," sambung Dani Asmoro.

Baca Juga: Dramatis! Polsek Karangdadap Pekalongan Evakuasi Kerbau Mengamuk yang Hilang Selama Dua Hari

Dia mengungkapkan, untuk penanganan darurar tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Bahkan, bersama BPBD pihaknya juga sudah melaksanalan asesmen. Langkah itu akan menjadi dasar dalam menentukan skema penanganan yang tepat, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

"Yanh jelas, dengan kondisi saat ini kami memprioritaskan pemulihan akses sementara agar mobilitas warga tidak terhenti total," tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga akan melaksanakan kajian teknis. Dimana hasilnya akan digunakan untuk merancang pembangunan kembali jembatan secara permanen.

Sebab, rekonstruksi jembatan itu tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Mengingan harus mempertimbangkan kondisi tanah dan faktor risiko bencana.

Apalagi, wilayah Paguyangan dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor.

Terutama saat intensitas hujan tinggi. Keadaan ituiduga menjadi salah satu faktor yang memperlemah struktur jembatan hingga akhirnya ambruk.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait