Pasca Jebol, Pemkab Brebes Akan Perkuat Tanggul Darurat Sungai Keruh dengan Geobag

Minggu, 1 Maret 2026 | 21.26
Alat berat mengeruk sedimentasi dan membuat tanggul darurat Sungai Keruh di blok Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Alat berat mengeruk sedimentasi dan membuat tanggul darurat Sungai Keruh di blok Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Pemkab Brebes perkuat tanggul darurat Sungai Keruh dengan geobag usai jebol diterjang banjir, cegah luapan kembali rendam Desa Adisana.

BREBES, puskapik.com – Pengerukan sedimentasi dan pembuatan tanggul Sungai Keruh di Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, masih terus dilakukan, Minggu, 1 Maret 2026.

Rencananya tanggul darurat Sungai Keruh akan diperkuat dengan geobag guna mengantisipasi luapan banjir kembali masuk ke Desa Adisana.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul darurat kembali jebol setelah dihantam banjir pada 22 Februari 2026 sehingga Desa Adisana terendam luapan banjir.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes, M. Zuhdan Fanani, mengatakan, penguatan dilakukan dengan menempatkan geobag di sisi luar tanggul darurat agar struktur lebih kuat menahan tekanan arus saat debit air meningkat.

Baca Juga: Tiga Nama Terbaik Calon Sekda Pemalang Akan Diserahkan ke Bupati

“Rencananya tanggul darurat akan diperkuat dengan geobag. Nanti ditempatkan di sisi luar sebagai penahan tambahan,” ujarnya saat mendampingi Safari Ramadan Bupati Brebes di Benda.

Geobag merupakan kantong berbahan geotekstil berukuran besar yang diisi material seperti pasir atau tanah, berfungsi sebagai penguat tanggul sementara sekaligus penahan erosi.

Saat ini, pengerukan sedimen di alur Sungai Keruh masih terus dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan ke permukiman warga. Sebanyak empat alat berat dikerahkan untuk mengeruk endapan batu dan pasir sekaligus membentuk tanggul darurat di sisi kanan dan kiri sungai.

Hasyim, warga Desa Adisana, berharap penguatan tanggul darurat Sungai Keruh mampu menahan banjir saat hujan deras turun sehingga warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa khawatir luapan air kembali masuk ke permukiman.

“Semoga tanggulnya kuat dan tidak jebol lagi,” ujarnya. **

Artikel Terkait