Brebes Duduki Peringkat 12 Tingkat Kekerasan di Jateng

Kabupaten Brebes menempati peringkat ke-12 kasus kekerasan perempuan dan anak di Jawa Tengah. KPPI mendorong penguatan perlindungan, edukasi, dan keberanian korban melapor.
BREBES, puskapik.com - Kabupaten Brebes menduduki peringkat ke-12 tingkat kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Brebes Nafisatull Khoeriyah, kemarin, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Komisi I DPRD Brebes.
FGD dengan tema Perempuan dalam Politik: Dari Representasi menuju Perlindungan tersebut, menjadi forum konsolidasi perempuan lintas partai.
Baca Juga: Di Tengah Gempuran AI dan Mafia Tanah, Ratusan Calon Notaris Digembleng agar Berintegritas
Sekaligus ruang diskusi mengenai meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren.
Nafisah mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin terbuka menjadi tantangan besar dalam perlindungan anak dan perempuan.
“Keterbukaan informasi digital saat ini sangat luar biasa dan bisa diakses siapa saja. Karena itu pengamanan di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat harus menjadi faktor utama dalam perlindungan anak,” ujarnya yang juga anggota Komisi IV DPRD Brebes.
Baca Juga: Polres Pekalongan Tetapkan Pria 55 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Wonokerto
Menurut dia, tingginya angka lekerasan terhadap perempuan dan anak itu, akibat lemahnya pengawasan dan menurunnya etika sosial di tengah masyarakat.
Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pondok Pesantren
Menyikapi kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren, Nafisah menegaskan, tindakan itu dilakukan oleh oknum. Hal itu tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh lembaga pesantren.
“Tidak semua pondok pesantren seperti itu. Banyak pesantren yang justru memberikan perlindungan dan pengawasan luar biasa kepada para santri. Ini lebih kepada oknum, dan keberanian korban untuk melapor harus disambut baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan KPPI Kabupaten Brebes diharapkan dapat menjadi wadah edukasi dan penguatan bagi perempuan agar berani bersuara dan melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.


