Di Tengah Gempuran AI dan Mafia Tanah, Ratusan Calon Notaris Jateng Digembleng agar Berintegritas

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09.50 WIB
Magang Bersama yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia (INI).
Magang Bersama yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia (INI). (Edhot)

Ratusan calon notaris digembleng melalui Magang Bersama INI Jateng untuk memperkuat integritas, etika, dan profesionalisme.

SEMARANG, puskapik.com — Di tengah derasnya perkembangan teknologi, munculnya artificial intelligence, hingga ancaman praktik mafia tanah yang semakin kompleks, profesi notaris dinilai menghadapi tantangan baru yang tidak ringan. Karena itu, pembentukan integritas, etika, dan keterampilan calon notaris sejak dini menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Kesadaran itulah yang mendorong Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia (INI) kembali menggelar program Magang Bersama Semester I, II, III, dan IV bagi Anggota Luar Biasa (ALB) notaris. Kegiatan ini diikuti sebayak 241 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan, kegiatan ini tidak sekadar formalitas administratif menuju pengangkatan notaris, melainkan menjadi ruang pembentukan karakter dan profesionalisme calon pejabat umum tersebut.

Baca Juga: Polres Pekalongan Tetapkan Pria 55 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Wonokerto

Ketua Bidang Magang Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Fully Handayani Ridwan, menegaskan bahwa program magang merupakan tahapan penting yang dirancang langsung oleh organisasi profesi untuk memastikan calon notaris memiliki kompetensi yang memadai sebelum menjalankan jabatan.

“Magang dan magang bersama adalah program rutin Ikatan Notaris Indonesia untuk memberikan pembekalan kepada calon-calon notaris yang nantinya akan berpraktik sebagai pejabat umum. Mereka harus mampu membuat akta dengan baik, memiliki etika, moralitas, profesionalitas, dan keterampilan dalam menjalankan jabatan,” ujar Fully.

Menurutnya, keberadaan program magang menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah lulusan Magister Kenotariatan di Indonesia. Jika dahulu pendidikan kenotariatan hanya diselenggarakan oleh beberapa perguruan tinggi negeri, kini tercatat hampir 44 program studi Magister Kenotariatan berdiri di berbagai universitas.

Baca Juga: Cek Libur Nasional Juni 2026, Dua Tanggal Merah Tanpa Cuti Bersama

“Kondisi ini membuat standar kemampuan lulusan menjadi sangat beragam. Tantangan kita sekarang jauh lebih besar dibanding dulu. Ada artificial intelligence, cyber notary, perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, etika, integritas, dan keterampilan wajib dimiliki seorang notaris,” katanya.

Fully menjelaskan, setiap calon notaris diwajibkan menjalani proses magang selama 24 bulan di kantor notaris. Selama periode tersebut, organisasi profesi melalui pengurus wilayah menyelenggarakan magang bersama guna memantau perkembangan kompetensi peserta.

“Magang bersama ini menjadi sarana evaluasi apakah keterampilan dan pemahaman hukum yang mereka dapatkan selama di kantor notaris benar-benar berkembang atau tidak,” imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wisata Guci Tegal Hari Ini Kawasan Didominasi Berawan dan Udara Sejuk

Dalam kesempatan itu, Fully juga menyoroti persoalan praktik kerja sama sebagian oknum notaris dengan biro jasa. Ia menilai praktik tersebut justru merendahkan marwah profesi notaris yang selama ini dikenal sebagai jabatan mulia.

“Biro jasa biasanya menginginkan segala sesuatu serba murah dan cepat tanpa memperhatikan aturan hukum. Notaris yang baik seharusnya tidak mau bekerja sama dengan biro jasa karena itu tidak memberikan keuntungan apa pun bagi kehormatan profesi,” tegasnya.

Ia menilai kerja sama semacam itu dapat mendegradasi citra notaris sebagai pejabat umum yang lahir melalui proses pendidikan dan pembentukan kompetensi yang panjang.

“Notaris itu bukan profesi hasil kursus singkat. Mereka lulusan Magister Kenotariatan, memiliki tanggung jawab besar karena akta yang dihasilkan mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna. Jadi jangan merendahkan diri sendiri seolah-olah tidak mampu bekerja secara profesional,” katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Tegal Hari Ini, Sabtu 30 Mei 2026 Dominan Berawan Sepanjang Hari

Fully juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar notaris ke depan bukan hanya perkembangan teknologi, tetapi juga godaan praktik-praktik yang melanggar hukum, termasuk potensi keterlibatan dalam mafia tanah.

“Benteng utama itu ada pada diri notaris sendiri. Selama menjalankan jabatan sesuai aturan perundang-undangan, mulai dari pengecekan sertifikat, mengenali para pihak yang menghadap, hingga menjalankan seluruh proses hukum dengan benar, maka notaris akan terhindar dari praktik mafia tanah,” ujarnya.

Ia meminta para calon notaris tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar yang justru dapat menjerumuskan pada pelanggaran hukum.

“Percaya saja bahwa rezeki tidak akan tertukar. Yang paling penting adalah menjaga integritas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia, Alhalim, mengatakan program magang bersama merupakan bagian dari rangkaian panjang pembentukan calon notaris sebelum resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Kementerian Hukum.

Baca Juga: BGN Hentikan Sementara 11 SPPG di Pemalang, Gegara IPAL Tak Sesuai Standar, Ini Daftarnya

“Magang bersama ini adalah kegiatan rutin setiap tiga bulan untuk adik-adik ALB notaris. Dalam setahun kami selenggarakan empat kali. Ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari proses panjang menuju pengangkatan notaris,” jelas Alhalim.

Ia menerangkan, setelah menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan dan magang selama dua tahun, para peserta masih harus mengikuti magang bersama dari semester I hingga semester IV serta lulus ujian kode etik notaris sebelum memperoleh SK pengangkatan.

“Ini adalah syarat yang wajib dipenuhi. Jadi selain punya ijazah S-1 dan S-2 Kenotariatan, calon notaris juga harus mengikuti magang dan lulus ujian kode etik,” katanya.

Menurutnya, Pengurus Wilayah INI Jawa Tengah tidak hanya fokus pada program magang bersama, tetapi juga rutin menyelenggarakan seminar dan forum pembekalan lainnya agar kualitas calon notaris semakin baik.

Alhalim pun mengimbau seluruh peserta magang agar memanfaatkan proses tersebut secara maksimal karena menjadi jembatan penting menuju profesi notaris.

“Magang bersama ini adalah jembatan menuju SK notaris. Kalau namanya jembatan, harus dilalui dengan baik dan jangan disia-siakan,” ujarnya.

Baca Juga: HLUN di Kota Tegal, Lansia Diajak Aktif dan Cegah Pikun

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pengurus pusat serta para notaris senior dari 35 pengurus daerah di Jawa Tengah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis di lapangan.

“Kami ingin adik-adik ini memahami bagaimana cara berproses menjadi notaris yang baik. Jangan sampai ketika sudah menjadi notaris justru menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.

Menurut Alhalim, kehadiran para senior menjadi bagian penting dalam transfer pengalaman yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.

“Ada banyak manfaat yang bisa diambil, mulai dari pengalaman praktik, silaturahmi, hingga tips menghadapi persoalan di lapangan agar menjadi notaris yang dicintai masyarakat,” tuturnya.

Pada akhirnya, kata dia, peningkatan kualitas notaris bukan hanya berdampak pada organisasi profesi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi negara dan masyarakat.

“Hasil akhirnya negara diuntungkan dengan hadirnya notaris yang berkualitas. Karena notaris adalah bagian dari solusi yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. **

Artikel Terkait