Di Tengah Gempuran AI dan Mafia Tanah, Ratusan Calon Notaris Jateng Digembleng agar Berintegritas

Ratusan calon notaris digembleng melalui Magang Bersama INI Jateng untuk memperkuat integritas, etika, dan profesionalisme.
SEMARANG, puskapik.com — Di tengah derasnya perkembangan teknologi, munculnya artificial intelligence, hingga ancaman praktik mafia tanah yang semakin kompleks, profesi notaris dinilai menghadapi tantangan baru yang tidak ringan. Karena itu, pembentukan integritas, etika, dan keterampilan calon notaris sejak dini menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Kesadaran itulah yang mendorong Pengurus Wilayah Jawa Tengah Ikatan Notaris Indonesia (INI) kembali menggelar program Magang Bersama Semester I, II, III, dan IV bagi Anggota Luar Biasa (ALB) notaris. Kegiatan ini diikuti sebayak 241 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan, kegiatan ini tidak sekadar formalitas administratif menuju pengangkatan notaris, melainkan menjadi ruang pembentukan karakter dan profesionalisme calon pejabat umum tersebut.
Baca Juga: Polres Pekalongan Tetapkan Pria 55 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Wonokerto
Ketua Bidang Magang Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Fully Handayani Ridwan, menegaskan bahwa program magang merupakan tahapan penting yang dirancang langsung oleh organisasi profesi untuk memastikan calon notaris memiliki kompetensi yang memadai sebelum menjalankan jabatan.
“Magang dan magang bersama adalah program rutin Ikatan Notaris Indonesia untuk memberikan pembekalan kepada calon-calon notaris yang nantinya akan berpraktik sebagai pejabat umum. Mereka harus mampu membuat akta dengan baik, memiliki etika, moralitas, profesionalitas, dan keterampilan dalam menjalankan jabatan,” ujar Fully.
Menurutnya, keberadaan program magang menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah lulusan Magister Kenotariatan di Indonesia. Jika dahulu pendidikan kenotariatan hanya diselenggarakan oleh beberapa perguruan tinggi negeri, kini tercatat hampir 44 program studi Magister Kenotariatan berdiri di berbagai universitas.
Baca Juga: Cek Libur Nasional Juni 2026, Dua Tanggal Merah Tanpa Cuti Bersama
“Kondisi ini membuat standar kemampuan lulusan menjadi sangat beragam. Tantangan kita sekarang jauh lebih besar dibanding dulu. Ada artificial intelligence, cyber notary, perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, etika, integritas, dan keterampilan wajib dimiliki seorang notaris,” katanya.
Fully menjelaskan, setiap calon notaris diwajibkan menjalani proses magang selama 24 bulan di kantor notaris. Selama periode tersebut, organisasi profesi melalui pengurus wilayah menyelenggarakan magang bersama guna memantau perkembangan kompetensi peserta.
“Magang bersama ini menjadi sarana evaluasi apakah keterampilan dan pemahaman hukum yang mereka dapatkan selama di kantor notaris benar-benar berkembang atau tidak,” imbuhnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wisata Guci Tegal Hari Ini Kawasan Didominasi Berawan dan Udara Sejuk
Dalam kesempatan itu, Fully juga menyoroti persoalan praktik kerja sama sebagian oknum notaris dengan biro jasa. Ia menilai praktik tersebut justru merendahkan marwah profesi notaris yang selama ini dikenal sebagai jabatan mulia.
“Biro jasa biasanya menginginkan segala sesuatu serba murah dan cepat tanpa memperhatikan aturan hukum. Notaris yang baik seharusnya tidak mau bekerja sama dengan biro jasa karena itu tidak memberikan keuntungan apa pun bagi kehormatan profesi,” tegasnya.
Ia menilai kerja sama semacam itu dapat mendegradasi citra notaris sebagai pejabat umum yang lahir melalui proses pendidikan dan pembentukan kompetensi yang panjang.
“Notaris itu bukan profesi hasil kursus singkat. Mereka lulusan Magister Kenotariatan, memiliki tanggung jawab besar karena akta yang dihasilkan mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna. Jadi jangan merendahkan diri sendiri seolah-olah tidak mampu bekerja secara profesional,” katanya.


