Pemkab Brebes Teken Mou Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Rabu, 28 Januari 2026 | 16.43
Wabup Brebes Wurja menandatangani kerja sama dengan Elenergy Green Solutions untuk pengolahan sampah jadi listrik.
Wabup Brebes Wurja menandatangani kerja sama dengan Elenergy Green Solutions untuk pengolahan sampah jadi listrik.

Pemkab Brebes teken MoU pengolahan sampah jadi listrik bersama Tegal Raya, dorong energi hijau dan solusi persampahan berkelanjutan.

BREBES, puskapik.com - Pemkab Brebes melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Elenergy Green Solutions untuk Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kerjasama ini juga dilakukan dengan Kabupaten Tegal dan Kota Tegal dalam bangun sinergi energi listrik dari sampah.

Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan Letter of Expression of Interest (LoI). Yaitu surat pernyataan minat untuk bekerja sama, serta penyerahan kesepakatan bersama, di Gulala Azana Resort Guci Kabupaten Tegal, kemarin siang (27/1/2026).

Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan, penandatanganan kerja sama dengan Elenergy Green Solutions benar-benar bisa terlaksana dengan baik. Karena permasalahan sampah khususnya di Kabupaten Brebes dari dulu sudah sangat luar biasa dampaknya.

"Adanya program semacam ini, dimana sampah akan di olah menjadi energi listrik bisa menjadi solusi. Ini guna mengurangi beban sampah di wilayah Tegal Raya dan Kabupaten Brebes secara regional," terangnya.

Menurut dia, Pemkab Brebes sangat mendukung dan proyek ini. Di harapkan menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi tumpukan sampah sekaligus meningkatkan pasokan energi hijau di wilayah Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Dua Hari Dinormalisasi, Sungai Keruh Kembali Meluap ke Permukiman Adisana Brebes

Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mengatakan, kerja sama lintas daerah antara Pemerintah Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan persampahan yang kian kompleks.

“Melalui sinergi ini, kami berharap dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Kholid menjelaskan, timbulan sampah di Kabupaten Tegal saat ini mencapai 670,38 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen, sementara 60,4 persen masih berpotensi mencemari lingkungan.

“Kondisi ini menuntut terobosan melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang berorientasi jangka panjang,” tegasnya.

Sementara, perwakilan China International Cooperation Exchange Group Limited, Xing, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung investasi pengolahan sampah berbasis teknologi di Indonesia.

Baca Juga: Tangani Banjir, Pemkab Pekalongan Terjunkan Empat Mobile Pump

Xing menilai kerja sama ini dapat menghadirkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan daerah.

Senada, Presiden Direktur PT Elenergy Green Solutions, Lee Seng Liang, menegaskan komitmen perusahaannya untuk bekerja secara profesional, patuh terhadap regulasi, dan bersinergi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan swasta dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berdampak nyata.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait