Rembug Bareng Masigab, Bupati Targetkan Transformasi Total Lewat Visi Brebes Beres

Pemkab Brebes dorong visi Brebes Beres lewat reformasi birokrasi, ekonomi, dan SDM, libatkan perantau guna percepatan pembangunan dan daya saing daerah.
BREBES, puskapik.com - Pemekab Brebes menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar-besaran melalui visi Brebes Beres.
Hal ini diungkapkan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat diskusi panel bareng Majlis Silaturahmi Warga Brebes (MASIGAB), di Auditorium Pusdiklat BPK RI Jakarta Selatan, kemarin.
Acara yang bertajuk Urun Rembug Brebes Beres untuk Indonesia yang Lebih Baik ini, mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan para perantau asal Brebes di Jakarta.
Baca Juga: Air Minum Ajibpol Pemalang Penyesuaian Harga, Imbas Plastik Mahal
Dalam diskusi ini, Bupati Brebes Paramitha menekankan, kemajuan Brebes tidak bisa hanya mengandalkan dana APBD semata.
Melainkan butuh sinergi kolektif. Bupati juga memaparkan konsep Brebes Beres sebagai pondasi daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Menurut Bupati Paramitha, kosep Brebes Beres ini mencakup tiga pilar utama.
Baca Juga: Tebing Sungai Keruh di Bumiayu Longsor, Jalan Blere–Adisana Ditutup Darurat
Pertama, Beres Birokrasinya yakni layanan publik cepat, transparan, dan berbasis digital melalui Mall Pelayanan Publik serta penguatan Satu Data Brebes.
Kedua, Beres Ekonominya. Yakni, mendorong hilirisasi pertania.. Terutama bawang merah dan digitalisasi UMKM agar produk lokal menembus pasar internasional.
Ketiga, Beres Sumber Daya Manusia (SDM). Yakni, investasi pada manusia melalui pendidikan vokasi yang link and match dengan industri serta penguatan literasi digital.
"Kita tidak bisa lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. Brebes harus bergerak menuju hilirisasi agar petani memperoleh nilai tambah. Investasi terbesar kita bukan hanya pada infrastruktur, tapi pada manusia Brebes itu sendiri," ungkap Paramitha.
Motor Inovasi
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya secara khusus mengajak para perantau Brebes untuk pulang ke rumah secara gagasan maupun investasi.
"Perantau ini aset strategis yang memiliki jejaring luas dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mempercepat inovasi di daerah," sambungnya.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro yang hadir langsung dalam kegiatan, memberikan catatan mengenai karakteristik masyarakat Brebes.
Menurut dia, warga Brebes dikenal sangat kritis atau dalam bahasa lokal sering disebut suka maido (mencela atau mengkritik).
"Orang Brebes itu wataknya kritis. Apa saja dikritik dulu, mau benar atau salah dikritik dulu. Namun, kita harus berprasangka baik bahwa itu adalah bentuk kepedulian. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain kita semua harus support dan bareng-bareng membereskan Brebes," ujarnya.
Dia mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membutuhkan akselerasi luar biasa.
"Kalau kita lari, daerah lain juga lari. Maka sekecil apa pun inisatif kita, harus dilakukan sekarang untuk membantu percepatan perkembangan Brebes," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, diskusi panel ini menyepakati penyusunan roadmap kolaborasi yang terukur.
Kemudian, pembentukan forum komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan perantau, serta inisiasi program nyata yang menyentuh masyarakat bawah. **
Artikel Terkait

Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Pondasi Rumah di Watukumpul Pemalang

Dari Kendal ke Pasar Global, Godrej Siapkan Ekspansi Produksi Hampir Rp500 Miliar

Senopati Club Academy Juara Umum Turnamen Pencak Silat Piala Rektor UPS Tegal
