Air Minum Ajibpol Pemalang Penyesuaian Harga, Imbas Plastik Mahal

Jumat, 24 April 2026 | 11.44
Air Minum Ajibpol
Air Minum Ajibpol

Harga bahan baku plastik naik hingga 70 persen, AMDK Ajibpol Pemalang sesuaikan harga produk, namun tarif isi ulang galon justru turun demi jaga daya beli.

PEMALANG, puskapik.com – Lonjakan harga bahan baku plastik hingga 70 persen memaksa produsen air minum dalam kemasan (AMDK) melakukan penyesuaian harga, termasuk produk Ajibpol milik PDAM Kabupaten Pemalang.

Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang baru-baru ini mengumumkan penyesuaian harga produk air minum dalam kemasan Ajibpol. Penyesuaian tersebut dimulai tanggal 27 April 2026.

Manager AMDK Ajibpol, Mario Kempes, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai konsekuensi dari meningkatnya harga bahan baku.

Baca Juga: Tebing Sungai Keruh di Bumiayu Longsor, Jalan Blere–Adisana Ditutup Darurat

“Penyesuaian harga Ajibpol ini merupakan imbas dari kenaikan bahan lainnya, di antaranya harga plastik untuk botol dan cup yang naik sekitar 70 persen,” ujar Mario Kempes, Jum'at 24 April 2026.

Adapun harga terbaru produk Ajibpol meliputi cup 220 ml sebesar Rp23.000 per dus, botol 330 ml Rp37.000 per dus, botol 600 ml Rp43.000 per dus, galon 19 liter berikut air Rp47.000 per unit, serta refill galon 19 liter Rp12.000 per unit.

Di tengah kenaikan tersebut, perusahaan justru menurunkan harga layanan isi ulang galon sekitar 20 persen menjadi Rp12.000. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan bagi konsumen.

Baca Juga: Banyumas Masuk 20 Daerah Terpilih Program KSPP, Jadi Sentra Pangan Nasional Berbasis Potensi Lokal

“Apabila harga bahan turun, tentunya kami akan menyesuaikan harga sesuai pasaran,” tambah Mario.

Respons dari pasar cenderung stabil. Salah satu agen Ajibpol, Hj Atiek P., menilai penyesuaian harga sebagai hal yang wajar di tengah kondisi harha bahan baku plastik yang saat ini tengah melonjak.

“Produk sejenis juga sudah lebih dulu menaikkan harga,” katanya.

Sementara itu, pelanggan refill galon Ajibpol, Eni W., warga Mulyoharjo, mengaku terbantu dengan turunnya harga isi ulang. “Alhamdulillah, dalam kondisi saat ini refill galon Ajibpol malah turun. Itu merupakan salah satu bentuk layanan,” tuturnya.

Situasi ini mencerminkan tekanan yang sedang dihadapi industri AMDK akibat kenaikan biaya produksi, sekaligus menunjukkan upaya pelaku usaha untuk tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan baku.

Artikel Terkait