Tebing Sungai Keruh di Bumiayu Longsor, Jalan Blere–Adisana Ditutup Darurat

Ancaman longsor di Sungai Keruh Brebes kian serius, tebing tergerus hingga akses jalan ditutup, warga diminta waspada karena risiko ambles masih tinggi.
BREBES, puskapik.com – Ancaman longsor di bantaran Sungai Keruh, Dukuh Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, makin serius.
Tebing sungai yang terus tergerus arus kini mulai mendekati badan jalan dan permukiman warga, hingga memaksa akses jalan Blere–Adisana ditutup sementara.
Penutupan dilakukan untuk kendaraan roda empat karena kondisi tebing sudah dinilai tidak lagi aman dan rawan ambles sewaktu-waktu akibat getaran kendaraan.
Baca Juga: Banyumas Masuk 20 Daerah Terpilih Program KSPP, Jadi Sentra Pangan Nasional Berbasis Potensi Lokal
Warga menyebut kerusakan mulai terlihat sejak akhir 2025 dan terus memburuk hingga sekarang, dipicu derasnya arus Sungai Keruh yang menghantam kaki tebing secara langsung.
"Terjadi bertahap sejak akhir 2025, tapi sekarang sudah semakin parah. Tebingnya terus tergerus dan sudah mengancam jalan serta rumah warga,” kata warga setempat, Aminullah. warga Adisana.
Sebagai langkah darurat, petugas memasang geotekstil dan karung tanah untuk menahan laju erosi sementara waktu.
Namun kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan, terutama saat terjadi tekanan tambahan di area tersebut.
Pemerintah desa telah mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif Langkap–Adisana, sambil menunggu penanganan permanen dari pihak terkait.
BPBD Kabupaten Brebes juga telah melakukan asesmen dan mengingatkan warga agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tebing sungai karena risiko longsor masih tinggi.“Warga kami minta tetap waspada dan menghindari area sekitar tebing,” kata Budi Sujatmiko, Koordinator Penanganan Bencana BPBD Posko Bumiayu.
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
