Tebing Sungai Keruh di Bumiayu Longsor, Jalan Blere–Adisana Ditutup Darurat

Jumat, 24 April 2026 | 11.42
Tebing Sungai Keruh di Desa Adisana, Kecamatan BUmiayu, Kabupaten Brebes, yang longsor ditutup dengan lembaran geotekstil untuk menahan laju erosi.
Tebing Sungai Keruh di Desa Adisana, Kecamatan BUmiayu, Kabupaten Brebes, yang longsor ditutup dengan lembaran geotekstil untuk menahan laju erosi.

Ancaman longsor di Sungai Keruh Brebes kian serius, tebing tergerus hingga akses jalan ditutup, warga diminta waspada karena risiko ambles masih tinggi.

BREBES, puskapik.com – Ancaman longsor di bantaran Sungai Keruh, Dukuh Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, makin serius.

Tebing sungai yang terus tergerus arus kini mulai mendekati badan jalan dan permukiman warga, hingga memaksa akses jalan Blere–Adisana ditutup sementara.

Penutupan dilakukan untuk kendaraan roda empat karena kondisi tebing sudah dinilai tidak lagi aman dan rawan ambles sewaktu-waktu akibat getaran kendaraan.

Baca Juga: Banyumas Masuk 20 Daerah Terpilih Program KSPP, Jadi Sentra Pangan Nasional Berbasis Potensi Lokal

Warga menyebut kerusakan mulai terlihat sejak akhir 2025 dan terus memburuk hingga sekarang, dipicu derasnya arus Sungai Keruh yang menghantam kaki tebing secara langsung.

"Terjadi bertahap sejak akhir 2025, tapi sekarang sudah semakin parah. Tebingnya terus tergerus dan sudah mengancam jalan serta rumah warga,” kata warga setempat, Aminullah. warga Adisana.

Sebagai langkah darurat, petugas memasang geotekstil dan karung tanah untuk menahan laju erosi sementara waktu.

Baca Juga: UHN Tegal Gandeng Rujak Center Of Urban Studies Luncurkan PKPP untuk Mitigasi Perubahan Iklim di Pesisir

Namun kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan, terutama saat terjadi tekanan tambahan di area tersebut.

Pemerintah desa telah mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif Langkap–Adisana, sambil menunggu penanganan permanen dari pihak terkait.

BPBD Kabupaten Brebes juga telah melakukan asesmen dan mengingatkan warga agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tebing sungai karena risiko longsor masih tinggi.“Warga kami minta tetap waspada dan menghindari area sekitar tebing,” kata Budi Sujatmiko, Koordinator Penanganan Bencana BPBD Posko Bumiayu.

Artikel Terkait