Banyumas Masuk 20 Daerah Terpilih Program KSPP, Jadi Sentra Pangan Nasional Berbasis Potensi Lokal

Jumat, 24 April 2026 | 09.06
Project Director KSPP, Blasius Popylus audiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Aula Joko Kaiman, Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis, 23 April 2026. (FOTO DOK)
Project Director KSPP, Blasius Popylus audiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Aula Joko Kaiman, Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis, 23 April 2026. (FOTO DOK)

Project Director KSPP Blasius Popylus audiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Aula Joko Kaiman, Pendopo Si Panji Purwokerto, 23 April 2026.

BANYUMAS, puskapik.com – Kabupaten Banyumas resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 20 wilayah di Indonesia yang akan mengembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) berbasis potensi lokal.

Program strategis nasional ini akan dijalankan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Kepastian tersebut disampaikan Project Director KSPP, Blasius Popylus, usai audiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Aula Joko Kaiman, Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis, 23 April 2026.

Baca Juga: UHN Tegal Gandeng Rujak Center Of Urban Studies Luncurkan PKPP untuk Mitigasi Perubahan Iklim di Pesisir

Menurut Blasius, pada tahun 2026 pihaknya akan membangun 20 kawasan KSPP di Indonesia, dan Banyumas menjadi salah satu daerah yang masuk dalam prioritas pengembangan.

“Program ini bagian dari penugasan BUMN untuk mendukung ketahanan pangan nasional. KSPP akan mengintegrasikan produksi pangan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Berbeda dengan program pertanian pada umumnya, KSPP menempatkan petani sebagai aktor utama. Kolaborasi akan melibatkan BUMN, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Aksi Massa Bakar Sepeda Motor Warnai Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa di Kota Tegal

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga langsung berdampak pada kesejahteraan petani.

“Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama. Harapannya, petani bisa ikut menyejahterakan masyarakat luas,” kata Blasius.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait