Tak Hanya Menanam, DLH Brebes Perkuat Perawatan Hutan Sirampog

DLH Brebes lakukan perawatan tanaman hutan di Sirampog pada Hari Gerakan Satu Juta Pohon demi menjaga keberlanjutan lingkungan.
BREBES, puskapik.com – Upaya menjaga hutan tidak berhenti saat bibit ditanam. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes memperkuat langkah perawatan tanaman hutan di kawasan Sirampog sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan pemeliharaan tersebut dilakukan di Petak 19, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, bertepatan dengan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia, Sabtu 10 Januari 2026.
Fokus kegiatan diarahkan pada perawatan tanaman yang telah ditanam sebelumnya agar tumbuh optimal dan tidak rusak sejak dini.
Baca Juga: Wagub Jateng Apresiasi Peran Dakwah Komunitas Muhammadiyah dalam Menjaga Harmoni Sosial
Kepala DLH Brebes, Moch Sodiq, menyebut bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat kelangsungan hidup tanaman di lapangan.
“Menanam adalah langkah awal. Perawatan yang konsisten menjadi kunci agar tanaman benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar Sodiq.
Kegiatan pemeliharaan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, Babinsa, hingga relawan lingkungan Jaga Rimba.
Baca Juga: Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Dibuka, Tiket Rp25 ribu dan Rp27,5 Ribu Perorang untuk Hari Libur
Kolaborasi ini dinilai penting, mengingat kawasan Brebes selatan memiliki kerentanan tinggi terhadap degradasi lahan jika tutupan vegetasi tidak terjaga.
Di lapangan, satu per satu tanaman dicek kondisinya. Gulma dibersihkan agar tidak menghambat pertumbuhan, sekaligus untuk mencegah tanaman mati sebelum berkembang optimal.
Upaya sederhana namun konsisten ini memberikan dampak nyata. Area hutan terlihat lebih rapi, tanaman tumbuh lebih sehat, dan risiko kerusakan dini dapat ditekan sejak awal.
DLH Brebes berharap, peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon tidak berhenti sebagai agenda simbolik tahunan.
Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga hutan adalah proses panjang yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara berkelanjutan.
“Merawat alam berarti menjaga masa depan. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tapi manfaatnya akan dirasakan generasi berikutnya,” kata Sodiq. **
Artikel Terkait

Stasiun Bumiayu Makin Ramai, Jadi Simpul Transportasi dan Akses Wisata Brebes Selatan

Produksi Sampah Warga Brebes 1.300 Ton Per Hari, Ini Langkah Pemkab

Prakiraan Cuaca Brebes Senin 25 Mei 2026, Pagi Cerah Berawan Sore Berpotensi Mendung
