Wabup dan Sekda Jadi Saksi 12 Pasangan Pengantin Nikah Gratis di MPP Brebes

Jumat, 14 Agustus 2026 | 11.35
Sekda Brebes Tahroni berdoa bersama setelah menjadi saksi proses pasangan pengantin nikah gratis di MPP Brebes.
Sekda Brebes Tahroni berdoa bersama setelah menjadi saksi proses pasangan pengantin nikah gratis di MPP Brebes.

Sebanyak 12 pasangan mengikuti nikah gratis di MPP Brebes dalam rangka HUT ke-81 RI. Selain pernikahan resmi, mereka mendapat bantuan modal usaha Rp2 juta.

BREBES, puskapik.com - Sebanyak 12 pasangan pengantin mengikuti nikah gratis di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Brebes, kemarin (13/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan Pemkab Brebes dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Istimewanya, pernikahan mereka yang menjadi saksi adalah Wakil Bupati Brebes Wurja, dan Sekda Brebes Tahroni.

Selain mendapat pasangan hidup yang sah, para peserta nikah gratis itu juga langsung mendapatkan bantuan modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Baca Juga: Bupati Brebes Minta Ibu Hamil Risiko Tinggi Dikawal hingga Persalinan

Dari 12 pasangan yang mengikuti kegiatan, empat pasangan berasal dari Kecamatan Brebes, tiga pasangan dari Kecamatan Wanasari, dua pasangan dari Kecamatan Bulakamba, dua pasangan dari Kecamatan Losari, dan satu pasangan dari Kecamatan Ketanggungan.

Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan, semangat kemerdekaan harus hadir dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudahan memperoleh layanan pernikahan secara resmi menjadi salah satu bentuk pelayanan yang memberikan kepastian dan ketenangan bagi pasangan dalam memulai kehidupan bersama.

Baca Juga: Pemkab Tegal Resmikan Rumah Terapi Trengginas untuk Anak Disabilitas

“Di tengah semangat memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, kita ingin kemerdekaan juga terasa dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya ketika masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mencatatkan pernikahannya secara resmi dan memperoleh pelayanan yang baik,” ujarnya.

Wurja juga menyampaikan, selamat dan berpesan agar pernikahan tidak berhenti pada prosesi akad dan buku nikah. Menurutnya, kehidupan rumah tangga merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, saling menjaga, dan saling menguatkan.

“Dalam rumah tangga, jangan mudah menyerah ketika ada masalah. Belajar saling mendengar, saling menghargai, dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin,” katanya.

Menurut Wurja, perlu mendapat perhatian terhadap angka perceraian di Kabupaten Brebes. Pihaknya meminta pasangan pengantin mengedepankan komunikasi dan mempertahankan rumah tangga selama persoalan masih dapat diselesaikan bersama.

“Kalau rumah tangga masih bisa dipertahankan, harus dipertahankan. Perceraian merupakan awal yang tidak baik bagi kehidupan rumah tangga,” tegasnya.

Tidak hanya memfasilitasi pernikahan, lanjut dia, kegiatan tersebut juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 2 juta setiap pasangan pengantin. Kemudian, mendapatkan juga bingkisan dari pihak sponsor. Pihaknya berharap bantuan itu dapat menjadi langkah awal bagi keluarga baru untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Semoga bantuan ini menjadi tambahan semangat untuk membuka atau mengembangkan usaha. Setelah menikah, mari kita tumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga, sekecil apa pun usahanya,” ucapnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait