Tingkatkan Kualitas RTLH, 45 Tukang Digembleng Bimtek di Dinperwaskim Brebes

Jumat, 4 September 2026 | 13.34
Para tukang bangunan tengah mengjkuti Bimtek yang dilaksanakan Dinperwaskim Kabupaten Brebes.
Para tukang bangunan tengah mengjkuti Bimtek yang dilaksanakan Dinperwaskim Kabupaten Brebes.

Dinperwaskim Brebes menggelar Bimtek untuk 45 tukang bangunan guna meningkatkan kompetensi dan kualitas konstruksi program Bedah Rumah Merah Putih.

BREBES, puskapik.com – Sebanyak 45 tukang bangunan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, kemarin.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja konstruksi.

Khususnya para tukang yang selama ini terlibat langsung dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Bedah Rumah Merah Putih.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di 21 Desa, Kecamatan Suradadi Terima Dropping Air Bersih Terbanyak di Kabupaten Tegal

Pejabat Fungsional Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Dinperwaskim Kabupaten Brebes, Irfanudin mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 tukang yang nantinya akan terlibat langsung dalam pembangunan rumah penerima manfaat.

“Bimtek ini diikuti oleh tukang yang sering terlibat dalam pembanunan RTLH di Kabupaten Brebes," ujarnya.

Menurut dia, keberadaan tukang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil pembangunan RTLH.

Baca Juga: 21 Desa di Kabupaten Tegal Mengalami Kekeringan

Untuk itu, pemahaman mengenai teknik pemasangan material menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak awal pekerjaan.

Melalui bimtek tersebut, para tukang diberikan pemahaman mengenai penggunaan material secara teknis, termasuk cara pemasangan yang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Minimal dengan bimtek ini, para tukang memahami bagaimana menggunakan dan memasang material secara teknis sesuai prosedur. Karena selama ini tidak semua tukang mematuhi prosedur penggunaan material, termasuk semen,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah mengikuti bimtek, diharapkan para tukang dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika melaksanakan pembangunan rumah penerima manfaat. penerapan standar teknis tersebut penting agar rumah yang dibangun melalui program Bedah Rumah Merah Putih tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik, aman, dan layak dihuni.

“Harapan kami rumah yang dibangun benar-benar memenuhi standar dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima,” pungkasnya.

Artikel Terkait