Unik, Petani Desa Bulusari Brebes Usir Hama Tikus Pakai Jaran Lumping

Minggu, 11 Januari 2026 | 15.34
Para petani Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Brebes, menggelar kesenian Jaran Lumping sebagai sarana untuk mengusir hama tikus yang menyerang tanamannya, kemarin.
Para petani Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Brebes, menggelar kesenian Jaran Lumping sebagai sarana untuk mengusir hama tikus yang menyerang tanamannya, kemarin.

Petani Bulusari Brebes menggelar Jaran Lumping di sawah untuk mengusir hama tikus, melestarikan tradisi, dan berharap panen melimpah.

BREBES, puskapik.com - Para petani untuk mengusir hama tikus biasanya menggunakan obat pembasmi hama atau dengan pengasapan. Namun petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamab, Kabupaten Brebes, mempunyai cara unik untuk mengusir hama tikus ini.

Para petani tidak menggunakan obat pembasmi hama untuk membasmi hama ini, tetapi justru menggelar kesenian tradisional Jaran Lumping.

Hal ini seperti yang dilakukan para petani Desa Bulisari, Bulakamba, Sabtu (10/01). Mereka percaya paggelaran Jaran Lumping akan mengusir hama tikus yang menyerang tanamannya.

Areal pertanian di Desa Bulusari mencapai 320 hektar, yang dimiliki oleh sekitar 700 petani.

Pertunjukan Jaran Lumping itu melibatkan penari jaran lumping dengan iringan musik khas yang menghasilkan suara keras dengan iringan musik dan lagu tarling pesisiran.

Suara alunan musik di areal persawahan, diyakini petani mampu mengusir tikus. Itu karena menimbulkan getaran dan kebisingan yang tidak disukai hama tersebut.

Sementara sebagian petani lainnya, yang berhasil menangkap sejumlah tikus-tikus di area sawah, dimasukan dalam kendang.

Tikus yang ditangkap itu kemudian di arak mengitari pematang sawah. Setelah itu, oleh para petani dibuang ke dalam air sungai.

Nur Wahid, seorang petani Desa Bulusari mengaku, akhir-akhir ini lahan persawahan di desanya diserang hama tikus.

Hama itu menggerogoti tanaman bawang merah maupun padi milik para petani.

"Harapan kami, dengan ritual Jaran Lumping di lahan persawahan tidak ada lagi hama tikus merusak tanaman. Sehingga hasil panen kami bisa maksimak, dan meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya.

Kepala Desa Bulusari, Saefudin Trirosanto mengatakan, cara unik mengusir hama tikus oleh petani di desanya itu bukan hanya sekedar hiburan belaka.

Melainkan juga sebagai bentuk melestarikan kesenian lokal Jaran Lumping.

"Jaran Lumping secara filosofi, diyakini sebagai simbol atau segel kekuatan yang pada masa lampau digunakan untuk mengusir penjajah. Keyakinan ini kemudian diwariskan dan dimaknai oleh para petani hingga sekarang," jelasnya.

Dalam prosesinya, kata dia, ada ritual doa bersama menjelang musim tanam. Unsur spiritual melalui pertunjukan Jaran Lumping diyakini mampu mengusir hama.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait