Wakil Bupati Brebes Tinjau Talud Jembatan Longsor, Ancam Akses Dua Desa Putus

Wabup Brebes Wurja tinjau talud jembatan longsor di Desa Ciseureh, Ketanggungan. Akses vital terancam putus, pemkab lakukan penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas.
BREBES, puskapik.com - Wakil Bupati (Wabup) Brebes, Wurja menijau langsung kondisi longsornya talud jembatan penghubung antardesa di Desa Ciseureh Kecamatan Ketanggungan, kemarin (3/3/2026). Bencana alam ini mengancam putusnya akses jalan antara Desa Ciseureh dan Jemasih Kecamatan Ketanggungan.
Wabup meninjau lokasi didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Darmawan, dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Ismawan Nurlaksono.
Kemudian, Camat Keanggungan Nurrudin serta sejumlah pejabat Muspicam Ketanggungan. Wabup meninjau talud yang longsor untuk memastikan skala kerusakan, merumuskan langkah-langkah penanganan darurat, serta memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Pasar di Pemalang Kewalahan Penuhi Kebutuhan Dapur MBG
Talud jembatan di Desa Ciseureh ini longsor pada Senin 2 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Talud ini longsor sepanjang 17 meter, lebar 2 meter dan tinggi 10 meter. Itu disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Ketanggungan sejak pagi.
Kepala Desa Ciseureh, Darsono mengatakan, longsor talud jembatan itu terjadi saat wilayahnya diguyur hujan deras. kondisi sungai saat itu juga meluap dengan arus sangat deras. Tak berselang lama, pihaknya mendapat laporan talud sisi jembatan longsor.
"Saat ini memang masih bisa dilalui warga, tetapi kondisinya membahayakan. Untuk roda empat tidak bisa lewat," ujarnya di depan Wabup Wurja.
Baca Juga: 1.182 Paket Sembako Murah Disiapkan Pemkab Kendal di Pasar Murah Ramadhan
Dalam kegiatannya ini, Wurja juga langsung berdialog dengan warga dan dinas teknis. Sejumlah warga mengaku, akses itu menjadi jalur vital. Sebab, sebagai penghubung beberapa desa di Ketanggungan.
Menurut Wabup Wurja, keselamatan warga adalah prioritas absolut yang tidak bisa ditawar. Karena itu, penanganan bencana alam ini tidak bisa ditunda. Sejumlah dinas terkait pihaknya minta untuk berkoordinasi dalam penanganan bencana ini.
"Saya minta semua pihak bergerak cepat, terkoordinasi, dan efektif. Ini untuk segera memulihkan akses vital ini. Sekaligus untuk meminimalisir dampak lebih lanjut," tegas Wurja.
Camat Ketanggungan Nurrudin menambahkan, jajaran Forkompinca Ketanggungan mengambil inisiatif untuk pengalihan arus lalu lintas terkait bencana alam tersebut. Kendaraan roda empat yang sebelumnya melintasi jembatan itu, kini diarahkan untuk menempuh rute memutar melalui Pertigaan Desa Sindangjaya. Kemudian melewati Desa Kamal dan menuju Desa Jemasih. Untuk memudahkan navigasi dan menghindari kebingungan, petunjuk arah sementara yang jelas dan informatif telah terpasang rapi di Pertigaan Desa Sindangjaya.
"Bagi pengguna sepeda motor, kami imbauan agar ekstra hati-hati dan waspada saat melintasi jalur yang berpotensi licin, tidak stabil, atau bahkan membahayakan akibat longsor ini," pungkasnya.
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
