Bupati Kendal Tertarik Budidaya Lele Sistem RAS di Kendal Open Fair 2026

Inovasi budidaya lele sistem RAS dari DKP Kendal mencuri perhatian di Kendal Open Fair 2026. Teknologi ini dinilai hemat air, efisien, dan ramah lingkungan.
KENDAL, puskapik.com – Inovasi budidaya ikan lele dengan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang ditampilkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal menjadi salah satu daya tarik dalam Kendal Open Fair 2026.
Bahkan, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama rombongan secara khusus meminta penjelasan mengenai teknologi budidaya tersebut saat mengunjungi stan DKP, Selasa (21/7/2026).
Kendal Open Fair 2026 yang digelar di Kompleks Stadion Kebondalem Kendal secara resmi dibuka oleh Bupati Kendal sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal.
Kegiatan tersebut menjadi ajang pameran hasil pembangunan, program unggulan dan inovasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.
Di antara puluhan stan pameran yang ditampilkan, demonstrasi budidaya lele dengan sistem RAS berhasil menarik perhatian banyak pengunjung karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding metode konvensional.
Kepala DKP Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo menjelaskan, sistem RAS merupakan metode budidaya ikan yang memanfaatkan sirkulasi ulang air kolam melalui proses penyaringan sehingga kualitas air tetap terjaga.
Baca Juga: Gagal Rampok Toko Emas, Pria di Pemalang Diciduk Polisi Usai Beraksi
"Air kolam disirkulasikan kembali sehingga kotoran ikan, sisa pakan ataupun senyawa lain terlebih dahulu diendapkan dan difilter. Dengan demikian, air yang kembali ke kolam memiliki kualitas yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan ikan," jelasnya.
Menurut Hudi, keberhasilan penerapan sistem RAS sangat ditentukan oleh kualitas pompa air, filter dan desain instalasi penyaringannya. Selain itu, ketersediaan pasokan listrik yang memadai juga menjadi faktor penting karena sistem sirkulasi air harus bekerja secara terus-menerus.
Ia mengungkapkan, budidaya lele dengan sistem RAS memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih hemat penggunaan air dan lahan, tidak mengubah kontur tanah, serta lebih stabil terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.
"Produktivitasnya juga dapat ditingkatkan karena sistem ini mendukung budidaya dengan padat tebar yang lebih tinggi dan dapat diintegrasikan dengan sistem budidaya lainnya," ujarnya.
Keunggulan lainnya, sistem RAS memungkinkan pengendalian kualitas air secara lebih optimal sehingga mampu meminimalkan risiko kematian ikan dan meningkatkan hasil produksi.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan teknologi budidaya perikanan yang efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Kendal.
Tak hanya menghadirkan teknologi budidaya lele, DKP Kendal juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan produk perikanan. Pengunjung diperlihatkan contoh ikan yang mengandung formalin dan yang bebas formalin beserta ciri-ciri fisiknya sehingga masyarakat dapat membedakan keduanya.


