Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Rabu, 22 Juli 2026 | 16.30
puskapik

Pemprov Jateng menjajaki kerja sama dengan Iran di bidang investasi, teknologi, pendidikan, pertanian, kesehatan, hingga pariwisata muslim untuk mendorong ekonomi daerah.

SEMARANG, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menjajaki potensi kerja sama berbagai sektor dengan pemerintah Republik Islam Iran.

Sejumlah sektor yang dijajaki di antaranya terkait teknologi, investasi, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga pengembangan pariwisata muslim.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Baca Juga: Gagal Rampok Toko Emas, Pria di Pemalang Diciduk Polisi Usai Beraksi

Penjajakan potensi kerja sama itu dibahas saat Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 22 Juli 2026.

"Kami berdiskusi terkait sister city antara Kota Semarang dengan Kota Yazd, lalu potensi sister province antara Jawa Tengah dengan provinsi di Iran," kata Luthfi.

Menurut Luthfi, Iran memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang dapat menjadi peluang transfer pengetahuan bagi Jawa Tengah.

Baca Juga: Begini Penjelasan PBJ Pemkab Pemalang Soal Lelang Proyek RS Randudongkal

Salah satunya teknologi peternakan sapi perah yang mampu menghasilkan produksi susu hingga sekitar 30 liter per ekor per hari, jauh di atas rata-rata produksi peternak di Jawa Tengah yang masih berkisar 10-15 liter.

Selain itu, Iran dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi drone untuk sektor pertanian, teknologi kedokteran, hingga pengembangan pendidikan yang dapat dikolaborasikan dengan Jawa Tengah.

“Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari,” ucap Luthfi.

Menurutnya, kerja sama sister province dan sister city dapat dilakukan untuk mendorong perekonomian di Jawa Tengah. Apalagi hubungan ekonomi Jawa Tengah dengan Iran sudah terjalin cukup lama.

Tercatat pada 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran mencapai sekitar US$7,43 juta dengan neraca perdagangan yang masih surplus. Sementara untuk realisasi investasi Iran di Jawa Tengah selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026 baru mencapai sekitar Rp612 juta dan menempati peringkat ke-59 sebagai negara asal investasi.

"Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu," jelasnya.

Di sisi lain, potensi Jawa Tengah masih cukup besar. Oleh karena itu Ahmad Luthfi juga menawarkan sejumlah proyek strategis yang mungkin dapat menarik investasi dari Iran. Di antaranya sektor pariwisata, energi hijau, pengelolaan sampah menjadi energi, green hospital, kawasan perikanan terpadu, dan industri pengolahan garam.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait