Dari Cangkang Telur, Susu, dan Madu, Pria Asal Tegal Ini Sulap Jadi Pipa Gading

Pardi, warga Tegal, membuat pipa gading tiruan dari cangkang telur, susu, dan madu sebagai alternatif untuk menekan perburuan gajah liar ramah alam
SLAWI, puskapik.com - Tak disangka pipa gading besar ini hanya tiruan. Namun, sepintas bahkan detailnya mirip dengan pipa gading asli.
Padahal, pipa ini hanya terbuat dari cangkang telur ayam, tepung tapioka, madu murni, susu bubuk, dan bahan-bahan lainnya.
Ya, pria ini Supardi Kerta Bayu (48) atau Pardi asal Desa Pecangakan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Baca Juga: Harlah ke-92 GP Ansor, Bupati Kendal Ajak Pemuda Perkuat Peran dan Solidaritas
Pardi tak sebatas memenuhi permintaan para perokok yang tengah trend menggunakan pipa gading, tapi lebih mulia untuk menekan perburuan liar gajah.
Pardi yang memproduksi pipa gading tiruan bermerek “Diva Darling” telah dijalaninya sejak 4 tahun lalu.
Berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya perburuan gajah demi diambil gadingnya, Pardi mencoba menghadirkan solusi lewat produk tiruan yang menyerupai aslinya.
Baca Juga: Dampak Maraknya PMK, Permintan Sapi Kurban Tahun ini di Kendal Menurun
“Kalau masih ada permintaan, perburuan itu akan terus ada. Saya ingin bikin alternatif,” kata Pardi saat ditemui di kediamannya, Sabtu 25 April 2026.
Berbeda dengan produk tiruan pada umumnya, Pardi memilih bahan-bahan yang relatif aman. Ia meracik lem gigi, cangkang telur ayam, tepung tapioka, madu murni, susu bubuk, minyak zaitun, garam Himalaya hingga pewarna makanan.
Di awal merintis, ia sempat menggunakan resin dengan modal Rp50 ribu. Namun bahan tersebut ditinggalkan karena dinilai terlalu banyak mengandung unsur kimia.
“Resin itu kimia berat, saya cari yang lebih aman,” ujarnya.
Seluruh proses produksi dilakukan secara manual. Adonan dibentuk, lalu dikeringkan dengan sinar matahari.
Untuk menghasilkan serat dan warna menyerupai gading asli, Pardi menggunakan teknik pengasapan alami.
Dalam satu kali produksi, ia mampu membuat 100 hingga 150 buah dengan waktu pengerjaan sekitar 15 hari. Sementara pengiriman harian berkisar 10-15 buah.
Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas UBS Turun Hari Ini, Minggu 17 Mei 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Inspiratif, Seorang Kadus di Batang Sukses Kembangkan Alpukat Organik, Jadi Tempat Praktik Mahasiswa Undip
