Harga Bawang Merah di Tingkat Konsumen Brebes Stabil Sepanjang 2025 hingga Awal 2026

Minggu, 19 April 2026 | 15.39
Harga bawang merah di tingkat konsumen di Brebes stabil sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.(foto : dok)
Harga bawang merah di tingkat konsumen di Brebes stabil sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.(foto : dok)

Harga bawang merah di Brebes stabil sepanjang 2025 hingga awal 2026, tetap di atas Rp20.000/kg, menjaga daya beli dan kepastian bagi pedagang serta konsumen

BREBES, puskapik.com – Harga bawang merah di tingkat konsumen di Kabupaten Brebes terpantau stabil sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas unggulan tersebut tidak pernah menyentuh angka di bawah Rp 20.000 per kilogram.

Stabilnya harga bawang merah ini dinilai memberikan kepastian bagi pedagang sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: 2.300 Peserta Ikuti Tegal City Run 2 di Hari Jadi Kota Tegal

Meskipun sempat terjadi fluktuasi akibat faktor cuaca dan distribusi, harga tetap berada dalam rentang yang relatif aman.

"Dari data kami, sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026, harga bawang merah di Brebes di tingkat konsumen stabil. Pantauan kami di pasar-pasar tradisional, harga bawang merah di tingkat konsumen tidak pernah di bawah Rp 20.000/ kg," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes, Agung Tirto Kumara, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: Duka di Sragen dan Brebes, Pemprov Jateng Turun Tangan Dampingi Korban Perundungan Pelajar

Dia mengungkapkan, untuk menjaga stabilitas harga bawang merah di tingkat konsumen, Pemlan Brebes telah melakukan berbagai langkah.

Di antaranya, melaksanakan optimalisasi Gudang Cas sebagai salah satu fasilitas tunda jual. Perluasan Kerjasama Antar Daerah) sebagai sarana perluasan pemasaran bawang merah.

"Kami melakukan KAD ini di antaranya dengam Wonosobo, Tangerang dan Muko-muko," ungkapnya.

Selaim itu, lanjut dia, pihaknya juga membuat peta supply chain bawang merah di pasar tradisional. Kemudian, menerapkan hilisasi produk turunan bawang merah. Seperti, bawang goreng, bawang pasta, kerupuk bawang dan produk lainnya.

"Kami juga mengembangkan pasar melalui platform digital dengan memberikan pelatihan kepada para pedagang," terangnya.

Dia menambahkan, Pemkab juga memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan stok. Dengan produksi bawang merah yang melimpah sebagai sentra nasional, Brebes dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga pasokan di pasar.

“Stabilitas harga ini menjadi hasil dari sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku distribusii," pungkasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait