Kelengkeng Batang Masuk Pasar Ritel Indomaret, Siap Bersaing Produk Buah Impor

Bupati M Faiz Kurniawan menggandeng jaringan ritel modern Indomaret kontrak petani milenial dalam memasarkan kelengkeng Batang.
BATANG, puskapik.com - Kelengkeng Batang kini masuk pasar ritel modern Indomaret.
Bupati M Faiz Kurniawan menggandeng jaringan ritel modern Indomart kontrak petani milenial dalam memasarkan kelengkeng Batang.
Gerbang pasar modern itu terbuka lebar sejak akhir tahun 2025 Indomaret melirik potensi besar kelengkeng Batang.
Baca Juga: Jenazah Pria Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah
Itu ditindaklanjuti kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Indomaret.
"Indomart berperan sebagai off-taker (penyerap hasil panen), jaringan ritel itu siap menjadi wadah tak terbatas bagi buah-buahan lokal Batang. Starting point-nya kemarin saat Bupati seremonial grand opening Indomaret Fresh Jalan Alun-Alun Batang,” kata koordinator petani kelengkeng milenial Batang yang juga fasilitator pendamping Dinas Pertanian Kabupaten Batang, Aditya Reza Kusuma
Dia menuturkan saat ini, total populasi pohon kelengkeng di Batang diperkirakan sekitar 10.000 pohon.
Menariknya, kelengkeng Batang memiliki keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki komoditas buah lain.
"Itulah yang menjadi kunci optimisme petani dalam memenuhi kuota ketat dari ritel modern. Kelengkeng Batang juga punya keunikan yang tidak dimiliki oleh buah yang lain yaitu bisa diatur pembuahannya, sehingga panenyapun bisa diatur," tandasnya.
Petani bisa membuat panenan, setiap minggu jika ada panenan. Misalnya minggu pertama panenan dari Subah, minggu selanjutnya panenan dari wilayah Banyuputih, minggu selanjutnya lagi wilayah Tersono, terus bergantian.
Pada tahap awal, Indomaret wilayah Jakarta meminta pasokan sebanyak 500 kilogram per minggu.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah berkisar antara 100 hingga 500 kilogram per minggu.
Baca Juga: Tim Panahan Pemalang Raih Dua Medali di Kejurprov Junior Jateng
Angka itu ditargetkan terus merangkak naik hingga mencapai 5 ton per minggu secara bertahap.
Selama ini, buah lokal sering kali kalah bersaing dengan buah impor dalam hal tampilan visual.


