Pelaku UMKM Brebes Dilatih Branding Digital, Ini Pesan Anggota Komisi X DPR RI Fikri Faqih

Jumat, 6 Maret 2026 | 20.46
Pelatihan UMKM Brebes
Pelatihan UMKM Brebes

Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan branding digital yang digelar di Grand Dian Hotel Bumiayu

BREBES, puskapik.com – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan branding digital yang digelar di Grand Dian Hotel Bumiayu, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku usaha dengan strategi membangun merek sekaligus memasarkan produk secara daring agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat ini digelar atas kolaborasi anggota DPR RI Komisi X Abdul Fikri Faqih bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: Disdukcapil Brebes Pastikan Stok Blangko KTP Elektronik Aman, Tersedia 14.000 Keping

Para peserta mendapatkan materi tentang penguatan identitas produk, strategi pemasaran digital hingga pemanfaatan platform media sosial sebagai sarana promosi.

Dalam kesempatan tersebut, Fikri Faqih menegaskan bahwa pelaku UMKM saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional dalam memasarkan produknya.

Perkembangan teknologi digital, menurutnya, telah mengubah pola konsumsi masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang jauh lebih luas.

“Pelaku usaha tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Dengan pemasaran digital, produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif murah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai pelatihan terkait transformasi digital bagi pelaku usaha terus didorong di sejumlah daerah.

Di beberapa wilayah bahkan mulai diperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha.

Baca Juga: Pemkab Kendal Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan 1 Ton Beras untuk Warga

Selain itu, pelaku UMKM juga didorong mulai membiasakan diri melakukan pencatatan data usaha secara rapi. Menurutnya, sistem digital memungkinkan proses produksi, transaksi hingga penjualan tercatat dengan baik sehingga dapat dianalisis untuk menentukan strategi bisnis yang lebih efektif.

“Dengan data yang tercatat secara digital, pelaku usaha bisa mengetahui produk mana yang paling diminati konsumen, berapa jumlah produksi yang ideal, hingga strategi pemasaran yang paling tepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fikri menilai perkembangan ekonomi digital juga membuka peluang kerja baru di tengah masyarakat. Mulai dari pengelola media sosial, desain kemasan produk hingga layanan distribusi berbasis aplikasi.

Karena itu, ia berharap generasi muda, termasuk mahasiswa, dapat turut terlibat membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan pemasaran digital. Kolaborasi tersebut diyakini mampu mempercepat pertumbuhan usaha kecil sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.***

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait