10 Ribu Nasi Anggi Jadi Rebutan di Haul Pangeran Abinawa Kendal

Sebanyak 10 ribu nasi anggi dibagikan dalam Haul Pangeran Abinawa di Kendal. Tradisi tahunan ini menjadi magnet ribuan peziarah yang mencari berkah di bulan Muharam.
KENDAL, pukspik.com – Tradisi pembagian nasi anggi atau nasi suro kembali menjadi daya tarik utama dalam peringatan Haul Pangeran Abinawa di Masjid Jami Abinawa, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Kamis Wage.
Sebanyak 10 ribu bungkus nasi disiapkan oleh takmir masjid bersama warga untuk dibagikan kepada para jemaah yang hadir dalam haul tahunan tersebut.
Ribuan warga dari berbagai daerah tampak memadati halaman masjid sejak pagi hari.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Salurkan BLT DBHCHT ke 500 Buruh Tani Tembakau di Kabupaten Pekalongan
Selain mengikuti pengajian dan berziarah ke makam Pangeran Abinawa, para jemaah juga menantikan momen pembagian nasi anggi yang dipercaya membawa keberkahan saat memasuki Tahun Baru Islam.
Begitu doa bersama selesai dipanjatkan, ribuan jemaah langsung bergerak menuju lokasi pembagian nasi. Suasana pun berubah riuh. Warga saling berebut untuk mendapatkan nasi bungkus yang berisi aneka makanan tradisional.
Salah seorang jemaah, Zumroh, mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi tersebut. Menurutnya, nasi anggi yang diperoleh akan dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga.
Baca Juga: Biar Semangat, Empat Siswa dapat Hadiah Sepeda dari Wagub Taj Yasin
"Kami percaya nasi anggi ini membawa berkah. Biasanya dimakan bersama keluarga agar mendapat keberkahan di tahun yang baru," ujarnya.
Panitia haul, Ngasimin, mengatakan tradisi pembagian nasi anggi telah menjadi bagian dari rangkaian Haul Pangeran Abinawa yang rutin digelar setiap bulan Muharam.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menyiapkan ribuan nasi bungkus agar dapat dibagikan kepada para jemaah yang hadir.
"Setiap tahun warga sangat antusias. Tradisi ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi juga bentuk sedekah dan kebersamaan masyarakat," katanya.
Untuk mengantisipasi kerumunan, panitia dibantu petugas keamanan melakukan pengamanan selama proses pembagian berlangsung.
Bahkan sebagian nasi bungkus dibagikan dengan cara dilempar ke arah kerumunan agar massa tidak memadati area depan panggung.


