17 Pejabat Baru Dilantik, Bupati Kendal: Jangan Larut dalam Pergantian Jabatan

Kamis, 3 September 2026 | 12.35
Pelantikan pejabat oleh bupati kendal di pendopo Bahurekso Kendal Kamis 3 september 2026. (edhot)
Pelantikan pejabat oleh bupati kendal di pendopo Bahurekso Kendal Kamis 3 september 2026. (edhot)

Sebanyak 17 pejabat pimpinan tinggi pratama Kendal dilantik. Namun, penataan birokrasi belum rampung karena sembilan jabatan kepala dinas dan badan masih kosong

KENDAL, puskapik.com – Sebanyak 17 pejabat pimpinan tinggi pratama resmi menempati jabatan baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal. Namun, penataan birokrasi di daerah ini belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat sembilan jabatan kepala dinas dan badan yang belum terisi.

Pelantikan berlangsung Kamis (3/9/2026). Di hadapan pejabat yang baru dilantik, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan pesan agar pergantian jabatan tidak membuat ritme pemerintahan melambat.

Menurut Dyah, pejabat yang memperoleh kepercayaan harus segera bekerja. Tidak ada waktu untuk terlalu lama beradaptasi dengan jabatan baru, terlebih tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan.

Baca Juga: Sempat Hilang Kontak Dua Hari, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil Depan Masjid Pekajangan Pekalongan

“Kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kinerja yang maksimal, integritas, disiplin dan profesionalitas serta dedikasi yang tinggi,” tegas Dyah.

Bagi Dyah, jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan. Jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui hasil kerja dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, pengisian jabatan juga tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya menutup posisi yang kosong. Penataan birokrasi harus mampu memperkuat organisasi pemerintahan sehingga setiap OPD dapat menjalankan tugas secara lebih efektif.

Baca Juga: Bebas Lewat Restorative Justice, Warga Bojong Tegal Ini Dapat Modal Usaha Teh Tarik dari Kejari

Dyah meminta para pejabat baru segera melakukan konsolidasi di lingkungan masing-masing. Mereka harus memahami kembali program kerja, mengevaluasi pelaksanaan tugas dan memastikan tidak ada pekerjaan yang terhenti akibat pergantian pejabat.

Selain itu, soliditas internal juga menjadi perhatian. Pejabat diminta membangun tim yang kompak serta memperkuat koordinasi dengan OPD lain maupun instansi terkait.

“Jabatan adalah kepercayaan dan amanah, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” kata Dyah.

Tidak hanya soal administrasi pemerintahan, para pejabat baru juga dituntut menjadi penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik. Kebijakan yang dibuat harus mampu diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran.

Dyah mengingatkan agar setiap program Pemkab Kendal berjalan sesuai target dan tertib administrasi. Tujuannya agar anggaran dan program pemerintah tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jabatan ini harus menjadi sarana pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pelantikan 17 pejabat tersebut, sebagian proses penataan organisasi Pemkab Kendal telah dilakukan. Namun, sembilan jabatan kepala dinas dan badan yang masih kosong menunjukkan pekerjaan rumah birokrasi masih berlanjut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait