393 KK di Kendal Mulai Kesulitan Air Bersih, Distribusi Terus Dilakukan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19.01
Tangki PMI Kendal melakukan droping air ke wilayah yang kekeringan. (edhot)
Tangki PMI Kendal melakukan droping air ke wilayah yang kekeringan. (edhot)

Sebanyak 393 KK atau 1.310 warga di empat desa Kabupaten Kendal mulai kesulitan air bersih. BPBD bersama TNI, Polri dan PMI terus melakukan dropping.

KENDAL, puskapik.com – Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 393 kepala keluarga atau 1.310 jiwa tercatat membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah dan sejumlah pihak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat, warga terdampak tersebar di empat desa yang berada di tiga kecamatan.

Baca Juga: Jalan Utama Bumiayu Ditutup Senin 24 Agustus 2026 Untuk Karnaval, Ini Rute Pengalihannya

Yakni Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum; Desa Sidokumpul dan Sidodadi, Kecamatan Patean; serta Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih dilakukan secara berkala. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 150 ribu liter.

Dari jumlah tersebut, BPBD Kendal mengirimkan langsung 40 ribu liter menggunakan delapan tangki. Sementara 110 ribu liter lainnya merupakan bantuan dari berbagai pihak.

Baca Juga: Pendapatan Parkir Pasar Seng Makmur Bumiayu Baru 29,09 Persen, Target 2026 Capai Rp404,8 Juta

Dukungan tersebut di antaranya berasal dari Kodim 0715/Kendal sebanyak 10 ribu liter, Polres Kendal 10 ribu liter, serta PMI Kabupaten Kendal sebanyak 90 ribu liter.

Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan, penyaluran air tidak dilakukan sekaligus, melainkan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan armada.

“Kalau airnya sudah habis, mereka mengabari untuk dropping lagi,” ujar Iwan.

Menurut dia, bantuan air yang dikirim ke satu wilayah juga tidak dapat bertahan lama. Sebuah tandon berkapasitas sekitar 5.500 liter rata-rata hanya mampu memenuhi kebutuhan 40 hingga 50 KK selama dua sampai tiga hari.

“5.500 liter biasanya dua sampai tiga hari untuk kebutuhan sekitar 40–50 KK,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan pengiriman secara berulang. Air dari mobil tangki selanjutnya ditampung di tandon yang telah disediakan agar dapat digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait