Pendapatan Parkir Pasar Seng Makmur Bumiayu Baru 29,09 Persen, Target 2026 Capai Rp404,8 Juta

Pendapatan parkir Pasar Seng Makmur Bumiayu hingga Juli 2026 mencapai Rp117,76 juta, atau 29,09 persen dari target Rp404,8 juta. Pihak pengelola terus mengejar target.
BREBES, puskapik.com – Pendapatan parkir Pasar Seng Makmur Bumiayu, Kabupaten Brebes, hingga Juli 2026 mencapai Rp117,762 juta.
Realisasi tersebut baru mencapai 29,09 persen dari target pendapatan parkir Pasar Seng Makmur tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp404,8 juta.
Target pendapatan parkir tahun ini meningkat tajam dibandingkan target 2025 yang hanya Rp180,68 juta.
Dengan demikian, target pendapatan parkir Pasar Seng Makmur Bumiayu pada 2026 naik sekitar 124 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Wayang Kulit HUT ke-13 Puskapik di City Walk Pemalang Sedot Perhatian Warga
Meski persentase capaian terhadap target masih terlihat rendah, pendapatan parkir Pasar Seng Makmur selama Januari hingga Juli 2026 justru mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data realisasi yang dipasang di Pasar Seng Makmur Bumiayu, pendapatan parkir Januari-Juli 2026 mencapai Rp117,762 juta.
Sementara pada periode yang sama 2025, pendapatan parkir tercatat sebesar Rp84,034 juta.
Baca Juga: Ini Syarat Mengurus Adminduk di Brebes, Bisa Cek Informasinya Lewat Blakasuta
Artinya, terjadi kenaikan pendapatan sebesar Rp33,728 juta atau sekitar 40,1 persen dibandingkan Januari-Juli 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan pendapatan parkir secara bulanan sebenarnya mengalami peningkatan.
Namun, persentase capaian terhadap target terlihat rendah karena target pendapatan parkir yang ditetapkan pada 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Masih Harus Kejar Rp287 Juta
Dengan target pendapatan parkir sebesar Rp404,8 juta, pengelola Pasar Seng Makmur Bumiayu masih harus mengejar sekitar Rp287,038 juta hingga akhir 2026.
Sementara waktu yang tersisa hanya lima bulan. Dengan demikian, rata-rata pendapatan parkir yang harus dikumpulkan sekitar Rp57,4 juta per bulan untuk mencapai target tersebut.


