Ahmad Luthfi: Iwapi, Jadilah Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Jateng

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong IWAPI menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan memperkuat UMKM perempuan, digitalisasi, kolaborasi, dan akses ekspor.
SEMARANG, puskapik.com - Pemanfaatan aset pemerintah dan potensi ekonomi daerah dinilai dapat menjadi pengungkit baru bagi pertumbuhan UMKM perempuan di Jawa Tengah.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi pengusaha perempuan didorong menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membuka peluang pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas
Organisasi pengusaha perempuan itu didorong tidak sekadar membangun jejaring bisnis, tetapi menjadi motor penggerak pemberdayaan UMKM hingga mampu menembus pasar ekspor.
Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) IWAPI Jawa Tengah periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (24/7/2026).
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki banyak potensi yang masih dapat dioptimalkan, mulai dari aset pemerintah, kawasan perkebunan, hingga berbagai potensi ekonomi di kabupaten dan kota.
Baca Juga: Demam Lari Melanda Pekalongan, UMPP Fun Run Diserbu 1.013 Peserta
Potensi tersebut, katanya, harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan Iwapi untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jangan hanya business to business, jangan hanya mencari keuntungan. Iwapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di mana organisasi ini berada,” tegasnya.
Luthfi meminta seluruh pengurus Iwapi aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi ekonomi yang bisa dikembangkan bersama.
“Datangi bupati dan wali kota. Tanyakan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah. Iwapi harus hadir memberikan solusi dan manfaat,” ujarnya.
Selain memperluas peluang usaha, Luthfi juga menugaskan Iwapi menjadi mitra pendamping bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pendampingan tersebut, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, pemasaran, hingga pembukaan akses ekspor.
“UMKM jangan hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Luthfi menilai kolaborasi tersebut penting untuk menjaga tren positif perekonomian Jawa Tengah yang pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional. Menurutnya, capaian itu harus dipertahankan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi pengusaha perempuan.


