Bawaslu Kendal Gandeng SMA Negeri 2, Siapkan Pemilih Pemula Berintegritas untuk Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 | 16.28
MPLS di SMA Negeri 2 Kendal disi dengan materi dari Bawaslu Kendal. (edhot)
MPLS di SMA Negeri 2 Kendal disi dengan materi dari Bawaslu Kendal. (edhot)

Bawaslu Kendal membekali siswa SMA Negeri 2 Kendal sebagai pemilih pemula berintegritas menuju Pemilu 2029 melalui edukasi demokrasi dan pengawasan partisipatif

KENDAL, puskapik.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal mulai menyiapkan generasi pemilih pemula untuk menghadapi Pemilu 2029.

Upaya itu dilakukan dengan memberikan edukasi pengawasan partisipatif kepada ratusan siswa baru SMA Negeri 2 Kendal dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kendal dan SMA Negeri 2 Kendal dalam memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Usung Tema "Upgrade Your Health", FKM UNDIP Gandeng Dinkes dan Puskesmas Edukasi Ratusan Siswa SMAN 1 Slawi

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kendal, M. Habibi, mengatakan para siswa yang saat ini duduk di bangku kelas X merupakan calon pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029.

Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu sejak dini.

Baca Juga: Pemkab Kendal Bekali Perizinan Usaha Simpan Pinjam Pengurus KDMP

"Empat tahun lagi mereka menjadi pemilih pemula. Kami ingin mereka memahami bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, mandiri, dan berintegritas, sekaligus ikut mengawasi jalannya demokrasi," kata Habibi.

Menurutnya, pendidikan politik sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun budaya demokrasi yang sehat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada tugas dan fungsi Bawaslu, pentingnya pengawasan partisipatif, serta berbagai potensi pelanggaran pemilu seperti politik uang, penyebaran hoaks, hingga disinformasi.

Habibi menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk generasi muda.

"Harapan kami, mereka tidak hanya datang ke TPS untuk mencoblos, tetapi juga memiliki keberanian menjaga proses demokrasi agar berjalan jujur dan adil," ujarnya.

Program edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari SMA Negeri 2 Kendal.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Henny Atriani, S.Pd., M.Si., menilai materi yang diberikan Bawaslu sangat relevan dengan pembentukan karakter peserta didik sebagai warga negara.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait