Benda Misterius di Tubuh Bocah Kaliwungu Berhasil Diangkat, Polisi Telusuri Asal-usulnya

Kamis, 5 November 2026 | 17.24 WIB
Kapolres Kendal memberikan keterangan.
Kapolres Kendal memberikan keterangan. (Dok)

Benda logam misterius di tubuh bocah 11 tahun di Kaliwungu Kendal berhasil diangkat. Polres Kendal serahkan barang bukti ke Bidlabfor demi usut asal-usulnya.

KENDAL, Puskapik.com – Misteri dugaan peluru nyasar yang mengenai Muhammad Tifal Adi Irwansyah (11), bocah asal Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, masih terus didalami polisi. Meski benda logam yang bersarang di tubuh korban berhasil diangkat melalui tindakan medis, asal-usul benda tersebut belum terungkap.

Benda berwarna perak itu kini menjadi barang penting dalam penyelidikan. Polisi telah menyerahkannya kepada tim Laboratorium Forensik (Pidlabfor) untuk dianalisis guna memastikan karakteristik serta kemungkinan sumbernya.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, benda yang diangkat dari tubuh korban merupakan logam tumpul berwarna silver. Benda tersebut menempel di bagian tulang iga atau tulang kosta, tetapi tidak mengenai organ vital.

Baca Juga: Jangan Tunggu Ada Kasus, BPD Kendal Harus Jadi Pengawal Anggaran Desa

"Alhamdulillah, pengangkatan berjalan lancar. Kondisi anak saat ini dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik," kata Ratna saat memberikan keterangan di Mapolres Kendal, Kamis 5 November 2026.

Menurutnya, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah benda tersebut berasal dari proyektil senjata api atau alat lainnya. Hasil pemeriksaan Pidlabfor masih ditunggu untuk memberikan kepastian secara ilmiah.

"Kami belum bisa memastikan dari jenis alat apa benda tersebut berasal. Saat ini masih menunggu hasil analisis dari Pidlabfor," jelasnya.

Selain menunggu hasil laboratorium forensik, polisi terus menelusuri kronologi kejadian yang dialami korban saat bermain di pasar malam kawasan Mako Brimob Kaliwungu.

Sejumlah saksi mulai dimintai keterangan, termasuk teman-teman korban yang berada di lokasi ketika peristiwa terjadi. Mereka diketahui mendampingi korban menuju pos penjagaan untuk menemui petugas hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Namun, dari pemeriksaan sementara, belum ada saksi yang mengaku mendengar suara letusan pada malam kejadian.

Kapolres menjelaskan, kondisi pasar malam saat itu cukup ramai. Musik hiburan dan aktivitas pengunjung membuat suasana di sekitar lokasi bising sehingga suara letusan, jika memang terjadi, berpotensi tidak terdengar jelas.

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap aktivitas dan rangkaian kejadian pada malam itu.

Baca Juga: Polres Kendal Bagi Helm Gratis, Pengendara Diingatkan Tertib Berlalu Lintas dan Bayar Pajak

"Siapa pun pada malam itu bisa masuk ke lokasi. Suasananya juga ramai dengan musik. Karena itu, kami masih mencari saksi-saksi yang berada di sana, termasuk petugas jaga, serta mencari CCTV di sekitar lokasi untuk kami analisis," ungkap Ratna.

Pemeriksaan terhadap petugas yang berjaga juga menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan. Polisi berupaya mengumpulkan berbagai keterangan untuk memastikan bagaimana benda logam tersebut bisa mengenai tubuh korban.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil analisis Pidlabfor sebagai salah satu petunjuk utama untuk mengungkap asal benda logam sekaligus memastikan dugaan peluru nyasar yang menimpa bocah berusia 11 tahun tersebut.***

Artikel Terkait