Berobat Lebih Dekat, Belanja Lebih Murah: Pemprov Jateng Perkuat Speling dan Pangan Murah

Program Speling dan Gerakan Pangan Murah di Sragen diserbu warga. Ahmad Luthfi salurkan subsidi pangan Rp112 juta dan layanan dokter spesialis.
SRAGEN, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mempercepat upaya pelayanan kesehatan dan pengendalian harga pangan secara bersamaan di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Selasa (4/3/2026).
Layanan dokter spesialis keliling (Speling) disambut antusias warga hingga jumlah pasien melampaui target. Sementara itu, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah menyalurkan subsidi sekitar Rp112 juta guna menekan harga bahan pokok di tingkat masyarakat.
Di Desa Gondang, Ahmad Luthfi meninjau langsung pelayanan Speling, GPM, sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan ekonomi produktif kepada warga. Mayoritas penerima layanan kesehatan merupakan kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Antusiasme warga terlihat dari jumlah pasien yang melampaui target.
Baca Juga: Berobat Dekat, Belanja Lebih Hemat: Pemprov Jateng Perkuat Program Speling dan Pangan Murah
Umi Kulsum, warga setempat, mengaku terbantu karena bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak tanpa harus ke rumah sakit.
“Alhamdulillah bisa ketemu dokter anak. Diberi penjelasan soal gizi dan stunting. Anak saya tidak ada gejala,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengatakan, awalnya pelayanan ditargetkan untuk 100 pasien, namun jumlah warga yang datang melebihi kapasitas tersebut.
“Dokter spesialis yang hadir antara lain dokter anak dan obgyn dari RSUD Dr Moewardi, serta didukung dokter dari puskesmas setempat,” katanya.
Program Speling ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialis di tingkat kecamatan dan desa. Selain pemeriksaan ibu dan anak, program ini juga mendukung penurunan angka kematian ibu, pencegahan stunting, penanganan tuberkulosis (TBC), deteksi dini kanker serviks, serta pengendalian penyakit tidak menular.
Hingga awal Maret 2026, SPELING telah dilaksanakan 959 kali di 414 kecamatan pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan sasaran lebih dari 93 ribu warga.


