Bertahun-tahun, Nenek ini Tinggal di Rumah Ditengah Kepungan Banjir Rob Kendal

Bertahun-tahun hidup di tengah kepungan banjir rob Kendal, Siti Rokhanah bertahan di rumahnya di Balok, Kendal. Kini pemerintah berupaya merelokasi dirinya.
KENDAL, puskapik.com - Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Siti Rokhanah nenek berusia 65 tahun warga Kelurahan Balok Kecamatan Kota Kendal yang membangun rumah di sekitar tambak kini terisolir.
Tahun 2006 saat kali pertama membangun rumah kecil, wilayah tersebut subur banyak pepohonan dan tanah kering.
Namun 10 tahun terakhir, tidak ada lagi pepohonan yang tumbuh subur, bahkan tetangga yang sebelumnya tinggal di sekitar rumahnya kini sudah meninggalkannya.
Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Comal Pemalang Ditemukan
Tinggal Siti Rokhanah sendirian yang tinggal bersama anak lelakinya, Sesdri Atmoko di rumah ditengah kepungan banjir rob.
Banjir air pasang mulai terjadi sekitar tahun 2021 dan semakin tinggi dan kini sudah merendam wilayah RT 5 RW 1 Kelurahan Balok.
Tidak ada lagi daratan sepanjang mata memandang dari rumah Siti Rokhanan, yang ada hanya hamparan air.
Baca Juga: Tukang Parkir di Brebes Gagalkan Aksi Perampokan Pecah Kaca Rp 3,6 Miliar
Rumah tetangga di sebelah kanan dan kiri sudah tinggal puing dan tenggelam terendam banjir rob yang semakin menjadi.
Air rob juga sudah masuk ke dalam rumahnya, bahkan jika saat puncak air pasang ketinggian air di dalam rumahnya bisa mencapai selutut.
Siti Rokhanah memilih bertahan ditengah air rob yang menggenangi sekeliling rumahnya dan masuk ke dalam. Tidak ada lagi listrik untuk penerangan di malam hari, hanya lampu templok saja yang digunakan untuk penerangan di malam hari.
“Saya tinggal disini sejak tahun 2006, dulunya tidak banjir bahkan tanaman banyak tumbuh subur disekitar rumah. Namun beberapa tahun terakhir, banjir rob terus naik dan sudah menggenangi seluruh wilayah di sekitar rumah,” katanya saat ditemui Senin 15 Juni 2026.
Untuk keperluan mandi, Siti Rokhanah harus menerjang banjir rob ke kampung sebelah untuk sekedar membersihkan badan.
Berjalan menerjang banjir air pasang hampir dua kilometer dilakukan, dengan mengandalkan insting mengingat jalan setapak menuju rumahnya tergenang banjir.
Sebelah kanan dan kiri jalan setapak yang tidak lagi terlihat adalah tambak, sehingga perlu kehati-hatian saat berjalan keluar dan kembali ke rumahnya.
“Dulunya ada empat sampai lima rumah disekitar rumah saya, namun banyak yang meninggal dan memilih pindah karena banjir rob selalu terjadi,” imbuhnya.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Siti Rokhanah mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh harian lepas.
Sang anak laki-lakinya setia menemani Siti Rokhanah tinggal di rumah yang berada ditengah kepungan banjir.
“Kerja anak saya di tambak yang ada di utara rumah jadi bisa untuk makan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak tahu hingga kapan akan tinggal dirumah ini, mengingat untuk pindah ke tempat yang lebih nyaman tidak bisa karena tidak memiliki uang yang cukup.
Sementara untuk tinggal bersama saudara atau kerabat lainnya juga tidak bisa karena keterbatasan biaya yang dimilik saudara-saudaranya.
Pemerintah Kelurahan Balok sendiri sedang berupaya untuk merelokasi Siti Rokhanah untuk pindah dari lokasi tersebut.
Namun lahan yang dibutuhkan untuk relokasi masih dicari, sedangkan bantuan dari Baznas sudah disiapkan untuk membangun rumah relokasi. **
Artikel Terkait

Empat Emas dari Kolam Kramat, Atlet POSSI Kota Tegal Warming Up Menuju Porprov Jateng

1.317 Pelajar di Kabupaten Tegal Semarakkan Islamic Youth Festival JSIT Indonesia 2026

Plt Bupati Nurkholes Nostalgia Vespa di Deklarasi SOG Indonesia Chapter Pemalang
