Dampingi Selvi Gibran di Puncak Peringatan Hari Kartini, Nawal Yasin: Kartini Sudah Memberi Obor Cahaya Inspirasi

Rabu, 22 April 2026 | 12.03

Peringatan Hari Kartini di Rembang berlangsung khidmat. Nilai perjuangan Kartini ditegaskan tetap relevan sebagai inspirasi perempuan masa kini.

REMBANG, puskapik.com - Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai puncak peringatan Hari Kartini di Kabupaten Rembang, Selasa (21/4/2026). Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali diteguhkan, sebagai inspirasi bagi perempuan Indonesia lintas generasi.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, berkesempatan mendampingi Ketua Umum Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming Raka. Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi.

Pada kesempatan itu, rombongan mengunjungi Museum RA Kartini untuk menelusuri jejak pemikiran dan perjuangan Kartini, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makamnya sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar pelopor emansipasi perempuan tersebut.

Baca Juga: Lawan Pencemaran, DWP Disperpusip Kabupaten Tegal Resmikan Bank Sampah Kartini

Dalam momentum tersebut, Nawal menekankan, nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan dan harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian. Baginya, Kartini merupakan sosok visioner yang mampu melampaui zamannya.

Hal itu, kata Nawal, terlihat dalam karyanya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang memuat kumpulan surat-surat Kartini, dengan gagasan besar tentang perubahan paradigma perempuan.

"Ibu Kartini itu visioner dan melampaui zamannya, sehingga beliau melalui surat-suratnya mampu mengubah paradigma dan bisa mengantarkan emansipasi perempuan. Sehingga pada saat ini pun Kartini masa kini harus mampu memiliki keberanian untuk menjadi visioner," beber dia.

Baca Juga: Pemkab Tegal dan Kejari Perkuat Sinergi Pendampingan Hukum Kebijakan Daerah

Selain berpikir visioner, imbuh Nawal, pahlawan nasional tersebut juga memberi teladan sebagai pendidik. Perjuangan Kartini tidak berhenti pada pemikiran, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan.

Istri Wakil Gubernur Jateng ini juga menekankan nilai penting spiritualitas dan karakter yang dimiliki Kartini. Hal itu tergambar dari koleksi di museum, termasuk hadiah dari Kiai Soleh Darat berupa kitab tafsir Al-Qur’an “Faidurrahmah”, yang diberikan saat pernikahan Kartini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait