Lawan Pencemaran, DWP Disperpusip Kabupaten Tegal Resmikan Bank Sampah Kartini

Rabu, 22 April 2026 | 12.00
Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ( Disperpusip) Kabupaten Tegal praktik membuat lilin aromaterapi dari jelantah, Senin, 20 April 2026.
Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ( Disperpusip) Kabupaten Tegal praktik membuat lilin aromaterapi dari jelantah, Senin, 20 April 2026.

DWP Disperpusip Tegal luncurkan Bank Sampah Kartini. Inovasi ini dorong peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan dan kemandirian ekonomi.

SLAWI, puskapik.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal resmi meluncurkan Bank Sampah Kartini, Senin, 20 April 2026.

Inovasi ini menjadi kado pada peringatan Hari Kartini tahun ini, sekaligus penanda pergeseran peran perempuan yang semakin aktif dalam isu keberlanjutan lingkungan.

Bertempat di Auditorium Disperpusip, peluncuran ini bertujuan mengubah paradigma anggota dalam memandang sampah. Dari sekadar limbah, menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: Pemkab Tegal dan Kejari Perkuat Sinergi Pendampingan Hukum Kebijakan Daerah

Ketua DWP Disperpusip Kabupaten Tegal, Fica Ariyanti Nugroho, menyatakan bahwa kehadiran bank sampah ini adalah langkah konkret untuk memupuk keuntungan dari pengelolaan limbah, baik dari aktivitas perkantoran maupun rumah tangga.

"Semangat Kartini masa kini harus relevan dengan tantangan zaman. Lewat Bank Sampah Kartini, kami ingin membuktikan bahwa perempuan mampu berkontribusi nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga," tegas Fica.

Baca Juga: Mengintip Aksi Nabigh, Putra Bungsu Wagub Taj Yasin Unjuk Keberanian di Panggung Sibobo

Sebagai aksi perdana, acara diisi dengan demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang dipandu oleh Sri Harwati, penggerak lingkungan sekaligus calon penerima Kalpataru Jawa Tengah 2026. Praktik ini menunjukkan betapa mudahnya mengonversi limbah berbahaya menjadi produk fungsional.

Kepala Bidang Perpustakaan, Sri Handayani, turut mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, emansipasi saat ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup berkelanjutan.

"Bank sampah ini adalah ruang pemberdayaan. Kami ingin setiap anggota DWP menjadi agen perubahan yang mampu merawat masa depan melalui kepedulian pada hal-hal kecil seperti pengelolaan sampah domestik," tuturnya.

Artikel Terkait