Dari Diskualifikasi hingga Damai, Begini Akhir Polemik Laga Sudipayung Cup II di Kendal

Polemik laga PSS Sudipayung Cup II berakhir damai. Diskualifikasi dan denda dua tim dibatalkan setelah mediasi, dengan komitmen memperbaiki tata kelola turnamen.
KENDAL, puskapik.com – Keputusan Panitia Disiplin (Pandis) PSS Sudipayung Cup II 2026 yang semula mendiskualifikasi dua tim peserta akhirnya tidak berlanjut.
Setelah melalui proses mediasi yang melibatkan sejumlah pihak, polemik pertandingan antara Putra Agung FC Kebonagung dan Persada FC Tunggulsari dinyatakan selesai tanpa pemberian sanksi.
Perubahan penyelesaian tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Pandis telah mengeluarkan surat keputusan tertanggal 7 Juli 2026 yang menyatakan kedua kesebelasan didiskualifikasi dari turnamen.
Baca Juga: Dua Pencuri Kotak Amal Beraksi di Masjid An Nur Perum Kaliwungu Kendal
Tak hanya itu, masing-masing tim juga dijatuhi denda sebesar Rp20 juta sesuai Pasal 8 Nomor 26 Regulasi PSS Sudipayung Cup II.
Saat keputusan itu diumumkan, Ketua Panitia PSS Sudipayung Cup II bahkan menegaskan bahwa putusan Panitia Disiplin bersifat final dan mengikat seluruh peserta turnamen.
Namun dua hari berselang, penyelesaian berubah. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kabupaten Kendal, Rusmono Rudi Nuryawan, memastikan persoalan telah diselesaikan melalui jalur mediasi.
Baca Juga: Intip Daftar Harga Emas Batangan Antam dan UBS Terbaru, INSIP Pemalang Gandeng Kantor Hukum untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa
"Ke depan tentu akan kita evaluasi. Kalau memang ada kekhilafan dalam pelaksanaan, itu menjadi bahan perbaikan. Persoalan ini sudah selesai melalui mediasi sehingga tidak ada sanksi," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Rusmono menjelaskan, penyelesaian secara musyawarah dipilih agar insiden tersebut tidak memicu konflik yang berkepanjangan di tengah masyarakat maupun antartim yang selama ini aktif mengikuti turnamen sepak bola tingkat desa.
Kericuhan sendiri terjadi saat pertandingan Putra Agung FC menghadapi Persada FC di Lapangan Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Selasa (7/7). Laga memanas setelah Putra Agung FC mencetak gol pada menit ke-44 melalui Dave.
Gol tersebut memicu masuknya sejumlah suporter ke lapangan hingga terjadi insiden terhadap penjaga gawang Persada FC.
Pertandingan sempat dihentikan sekitar 30 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.
Situasi kembali memanas pada menit ke-69. Berdasarkan catatan Panitia Disiplin, ketegangan dipicu dugaan ucapan tidak pantas dari salah seorang ofisial Putra Agung FC yang memancing emosi pemain Persada FC bernomor punggung 11, Jovan.
Insiden itu membuat pertandingan akhirnya tidak dapat diteruskan.


