Dari Noken Papua hingga Batik Jawa, UMKM MTQ Nasional di Jateng Jadi Etalase Nusantara

Senin, 14 September 2026 | 19.04
puskapik

Pameran Serambi Nusantara di MTQ Nasional XXXI Jateng menghadirkan 150 stan UMKM dari berbagai daerah, menampilkan noken Papua, tenun Lombok, batik hingga kuliner khas Nusantara.

SEMARANG, puskapik.com - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh pelaku UMKM dari berbagai penjuru Indonesia untuk membawa kekayaan daerahnya ke Kota Semarang.

Di tengah kemeriahan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, produk Papua Tengah hingga kain tenun Lombok bertemu langsung dengan masyarakat dalam Pameran Serambi Nusantara.

Bukan sekadar memajang produk, pameran yang berlangsung 12-19 September 2026 itu menjadi ruang bagi pelaku UMKM memperkenalkan identitas, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Baca Juga: Defisit Kendal Membesar Rp131 Miliar, DPRD Soroti Arah Tambahan Belanja

Salah satu peserta yang merasakan langsung geliat tersebut adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Beragam produk khas masyarakat Amungme dan Kamoro dibawa ke Semarang, mulai dari kopi, mahkota khas Papua, noken, ukiran, hingga aneka kerajinan anyaman.

Sekretaris I Dekranasda Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan, keikutsertaan dalam Pameran Serambi Nusantara menjadi kesempatan penting untuk memperluas pengenalan produk UMKM Papua Tengah kepada masyarakat di luar Papua.

Baca Juga: Polsek Bumiayu Sambangi Warga Pruwatan dan Kalinusu, Ingatkan Bahaya Karhutla

“Kami sangat antusias karena mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk Kabupaten Mimika secara khusus, Provinsi Papua Tengah secara umum, serta Papua secara keseluruhan,” kata Lintje di lokasi pameran, Senin, 14 September 2026.

Keunikan produk Papua juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sejumlah noken, misalnya, dibuat dari serat pohon melinjo yang oleh masyarakat setempat disebut nemo, serta serat batang anggrek.

Tak hanya kerajinan, kekayaan pangan Papua turut dibawa ke Semarang. Mi sagu, stik mangrove, keripik tambelo, sarang semut, hingga buah merah dipamerkan sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat Papua Tengah.

Antusiasme pengunjung bahkan membuat rombongan Dekranasda Mimika kewalahan melayani masyarakat yang datang ke stan mereka.

“Kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk, menjelaskan keunikannya, dan menarik sebanyak mungkin masyarakat agar mengunjungi stan Papua Tengah,” ujarnya.

Bagi Lintje, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pameran dalam rangkaian MTQ tidak hanya menjadi tempat bertemunya peserta dari berbagai daerah, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Ia juga mengapresiasi dukungan panitia selama pelaksanaan pameran. Menurutnya, kebersihan lokasi dan kemudahan koordinasi membuat peserta dari luar daerah merasa nyaman.

Halaman 1 dari 2