Dibuka 4.817 Lowongan di Jobs Fair Hari Jadi Jateng, Buka Peluang Kerja Penyandang Disabilitas

Jateng Buka 4.817 Lowongan Kerja dalam Job Fair Hari Jadi ke-81, Penyandang Disabilitas Juga Dapat Kesempatan.
SEMARANG, puskapik.com - Sebanyak 4.817 lowongan pekerjaan dibuka dalam Job Fair Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Kamis-Jumat, 20-21 Agustus 2026.
Tak sekadar mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, bursa kerja ini juga membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Antusiasme pencari kerja terlihat sejak hari pertama pelaksanaan di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah.
Baca Juga: Museum Purbakala Buton di Brebes Mulai Ditata, Target Operasional Akhir September
Ribuan pencari kerja datang membawa berkas lamaran, mencari informasi perusahaan, hingga langsung mendaftarkan diri melalui telepon seluler.
Setidaknya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi milik Disnakertrans Jawa Tengah.
Angka itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan masih sangat besar, meski informasi lowongan kini dapat diperoleh secara daring.
Baca Juga: 5 Makanan Sehat Pengganti "Junk Food" untuk Menjaga Berat Badan dan Rasa Kenyang
Kepala Disnakertrans Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan, pertemuan secara langsung antara pencari kerja dan perusahaan tetap memiliki daya tarik tersendiri.
“Berdasarkan pengalaman selama ini, job fair yang konvensional atau offline seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mendalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Sebanyak 40 perusahaan membuka stan dalam job fair tersebut. Ditambah delapan perusahaan yang dibawa PT Kawasan Industri Kendal, total terdapat 48 perusahaan yang menawarkan kesempatan kerja.
Lowongan tersedia di berbagai sektor, antara lain manufaktur, agrikultur dan alat berat, industri makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, job fair menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi, sementara masyarakat membutuhkan akses terhadap pekerjaan. Karena itu, keduanya harus dipertemukan dalam ruang yang terbuka dan kompetitif.
“Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional,” kata Luthfi.


