Museum Purbakala Buton di Brebes Mulai Ditata, Target Operasional Akhir September

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15.27
Penataan interior Museum Purbakala Buton di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Penataan interior Museum Purbakala Buton di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Museum Purbakala Buton di Galuhtimur, Tonjong, mulai ditata untuk persiapan operasional. Museum ditargetkan dibuka akhir September 2026 dengan koleksi fosil purba Situs Bumiayu.

BREBES, puskapik.com – Interior Museum Purbakala Buton di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mulai ditata untuk persiapan operasional. Pemerintah Kabupaten Brebes menargetkan museum tersebut sudah bisa dikunjungi masyarakat pada akhir September 2026.

Penataan interior dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes sejak awal Agustus. Sejumlah vitrin kaca dan lemari pajang mulai ditempatkan di ruang utama museum.

Kepala Dinbudpar Brebes Fajar Adi Widiarso melalui Pamong Budaya, M Shopan, mengatakan penataan interior masih berlangsung. Museum direncanakan dibuka bersamaan dengan Festival Kampung Purba.

Baca Juga: Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Terapkan Metode PBL di Desa Kepyar

“Saat ini penataan masih berjalan. Target kami akhir September sudah bisa operasional. Direncanakan akan dibuka dengan Festival Kampung Purba,” kata Shopan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Museum nantinya akan menampilkan sejumlah koleksi fosil yang ditemukan di Situs Bumiayu. Di antaranya fosil gigi gajah purba Sinomastodon, serta fosil gajah purba Stegodon dan Elephas.

Selain itu, terdapat fosil vertebrata darat dan air, seperti kerbau purba dan moluska laut. Museum juga akan menampilkan artefak pendukung berupa kapak genggam dan serpih.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah vitrin kaca telah berada di ruang utama. Beberapa vitrin ditempatkan menggunakan alas kayu, sedangkan vitrin berukuran besar berada di sisi kanan dan kiri ruangan.

Baca Juga: Go Digital! 66 UMKM di Desa Bulugede Patebon Kendal Dibekali Jurus Promosi Lewat Media Sosial

Vitrin tersebut menggunakan rangka yang menyerupai batang kayu dan dilengkapi panel kaca. Sejumlah lemari pajang berpintu kaca juga mulai ditempatkan di beberapa bagian ruangan.

Selain menata ruang pamer, Dinbudpar mulai memasang panel informasi mengenai sejarah penelitian Situs Bumiayu, para peneliti serta berbagai temuan purbakala.

Menurut Shopan, museum nantinya tidak hanya menjadi tempat menyimpan, merawat dan memamerkan koleksi fosil, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat.

“Museum tersebut diharapkan menjadi tempat untuk menjaga koleksi fosil dan temuan purbakala sekaligus menjadi sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat, pelajar maupun peneliti,” ujarnya.

Museum Purbakala Buton didirikan di Desa Galuhtimur sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Brebes melestarikan tinggalan purbakala di kawasan Situs Bumiayu.

Bangunan utama museum berbentuk oval dengan ukuran sekitar 15 x 15 meter. Pembangunannya dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Brebes sejak tahun 2021.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait