Dikebut Siang Malam, Tanggul Tuntang yang Jebol Sudah Ditangani, Jalan Semarang-Godong Ditarget Pulih Sebelum H-7 Lebaran

Senin, 2 Maret 2026 | 12.12
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau progres perbaikan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Senin pagi, 2 Maret 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau progres perbaikan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Senin pagi, 2 Maret 2026.

Tanggul Sungai Tuntang yang jebol sudah ditutup, perbaikan jalan Semarang-Godong dikebut agar bisa dilewati sebelum H-7 Lebaran 2026.

GROBOGAN, puskapik.com – Perbaikan akses vital Semarang-Godong yang sempat lumpuh akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang kini dikebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan ruas jalan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Grobogan, bisa dilalui paling lambat H-7 Lebaran 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Ruas jalan Semarang–Godong KM 35 yang terputus sepanjang kurang lebih 60 meter akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada 16 Februari 2026, kini dalam tahap pemulihan intensif. Perbaikan dilakukan siang dan malam untuk mengejar target operasional sebelum puncak arus mudik.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau progres perbaikan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Senin pagi, 2 Maret 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi kendala teknis di lapangan.

Baca Juga: Bencana Tanah Bergerak di Padasari Tegal, Bupati Ischak : Pemerintah Hadir dan Bertanggungjawab

Pantauan di lokasi menunjukkan tanggul yang sebelumnya jebol telah berhasil ditutup dan kini dalam proses pengeringan serta penguatan struktur. Sementara itu, badan jalan yang hilang memasuki tahap perkerasan dasar dengan landasan beton. Kendala utama yang masih dihadapi adalah rembesan air dari Sungai Tuntang yang memperlambat proses pengerasan.

“Ini harus selesai H-7 Lebaran. Yang penting sudah keras dan bisa dilewati kendaraan. Setelah ini rampung, langsung kita geser penanganan ke jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebut, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Ia optimistis target dua minggu penyelesaian dapat tercapai.

“Mudah-mudahan dalam dua minggu ini selesai. Jadi sebelum Lebaran sudah bisa kita buka untuk lalu lintas dari Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Henggar, awalnya penanganan ruas putus direncanakan menggunakan jembatan darurat armco. Material bahkan telah tiba di lokasi. Namun setelah evaluasi teknis, ditemukan pergeseran konstruksi pada badan jalan lain di sekitar titik jebol. Lalu diputuskan membongkar dan membangun ulang secara permanen dengan pengecoran beton bertulang.

“Total ada sekitar 60 meter badan jalan yang dinyatakan hilang. Armco tidak jadi dipasang, dan kita lakukan penanganan permanen agar lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait