Diskominfo Kendal Bekali Siswa Baru SMAN 1 Patean Tangkal Hoaks dan Kejahatan Siber

Rabu, 15 Juli 2026 | 17.48
Petugas Diskominfo memberikan materi literasi digital di MPLS SMAN 1 Patean. (edhot)
Petugas Diskominfo memberikan materi literasi digital di MPLS SMAN 1 Patean. (edhot)

Diskominfo Kendal membekali siswa baru SMAN 1 Patean dengan literasi digital untuk menangkal hoaks, memahami etika media sosial, dan mewaspadai kejahatan siber.

KENDAL, puskapik.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal memberikan pembekalan literasi digital kepada ratusan peserta didik baru SMAN 1 Patean dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Materi yang disampaikan meliputi penggunaan internet dan media sosial secara sehat, pencegahan hoaks, hingga kewaspadaan terhadap kejahatan siber yang semakin marak.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 1 Patean tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital di tengah derasnya arus informasi yang berkembang saat ini.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung III 2026 Resmi Dibuka, Percepat Infrastruktur dan Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat di Pekalongan

Narasumber dari Diskominfo Kabupaten Kendal, Heri Susanto, SH, mengatakan kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelajar karena internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial maupun internet dapat dipercaya begitu saja. Karena itu, siswa harus memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Setiap pengguna media sosial harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi. Jangan mudah percaya, apalagi langsung membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Tanpa disadari, kita bisa menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” ujarnya.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung III 2026 Dimulai, Pemkab Kendal Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Bangun Desa

Dalam pemaparannya, Heri memperkenalkan prinsip “saring sebelum sharing” sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran informasi palsu. Ia mengajak siswa membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkannya dengan media terpercaya atau portal resmi pemerintah sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Biasakan menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Tahan diri untuk tidak langsung membagikan informasi yang baru saja diketahui. Periksa kredibilitas sumbernya terlebih dahulu,” katanya.

Selain membahas hoaks, peserta MPLS juga mendapatkan pemahaman mengenai etika bermedia sosial. Heri menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital harus diimbangi dengan tanggung jawab serta penghormatan terhadap hak dan privasi orang lain.

“Gunakan bahasa yang santun, hormati privasi orang lain, hindari ujaran kebencian, perundungan siber, maupun penyebaran data pribadi tanpa izin,” tegasnya.

Tak hanya itu, para siswa juga diberikan wawasan tentang berbagai modus kejahatan digital atau scam yang kini banyak menyasar pengguna internet, mulai dari penipuan online hingga pencurian data pribadi.

Heri mengingatkan agar para pelajar tidak mudah tergoda tawaran yang mencurigakan serta tidak sembarangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait