Ditempa Berbulan-bulan, Kafilah Jateng Siap Berlaga di MTQ Nasional 2026

Rabu, 2 September 2026 | 14.19
puskapik

Ditempa sejak April, kafilah Jateng siap berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026. Pembinaan intensif ditujukan untuk meraih prestasi terbaik dan juara umum.

SEMARANG, puskapik.com - Rangkaian persiapan panjang kafilah Jawa Tengah menuju perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 akhirnya memasuki tahap akhir.

Setelah menjalani karantina dan penggemblengan intensif sejak April 2026 lalu, para peserta kini siap berlaga pada ajang yang digelar pada 11-20 September 2026 ini.

Para kafilah Jateng saat ini memasuki pemusatan latihan terakhir di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang.

Baca Juga: Tinggal Dua Pekan, Kendal Tornado FC Fokus Benahi Finishing Sebelum Kompetisi

Salah seorang peserta asal kabupaten Jepara, Manbaul Ulum mengatakan, akan berlaga di cabang kaligrafi digital putra.

Bagi dia, rangkaian persiapan yang dilakukan menjadi pengalaman sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan menghadapi MTQ Nasional pertamanya.

“Kami digembleng dari pagi sampai malam untuk cabang kaligrafi,” kata Ulum saat ditemui di Asrama Haji Manyaran, Semarang, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga: Pengentasan RTLH Kendal Tak Cukup dengan APBD, PMI Ikut Bergerak

Pembinaan intensif itu telah dijalaninya bersama peserta dari cabang Kaligrafi sejak April melalui karantina di Jakarta. Setiap bulan, mereka menjalani karantina selama dua pekan, kemudian pulang selama dua pekan sebelum kembali mengikuti pembinaan pada bulan berikutnya.

Latihan tersebut semakin intensif karena karakter cabang kaligrafi berbeda dengan cabang lainnya. Dalam perlombaan, peserta harus menyelesaikan karya dalam waktu hingga delapan jam.

“Kaligrafi beda dengan cabang lain yang waktunya sebentar-sebentar. Kalau kaligrafi nanti lombanya delapan jam. Makanya pelatihannya juga beda,” ujarnya.

Setelah menjalani rangkaian karantina di Jakarta, Ulum kini mengikuti training camp di Asrama Haji Manyaran selama sekitar satu bulan. Ia dan peserta lainnya akan tetap menjalani pembinaan hingga tiba waktunya berangkat ke arena MTQ Nasional.

Menurut Ulum, pembinaan kali ini juga terasa berbeda dibandingkan persiapan pada tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mendapat pendampingan dari pembina yang memiliki pengalaman di tingkat nasional hingga internasional.

Ia mengatakan, para pembina memberikan materi secara detail, termasuk berbagai teknik dan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas karya saat perlombaan.

Sebelumnya, ia mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah dan berhasil meraih juara II. Tahun ini, untuk pertama kalinya, ia dipercaya menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah di tingkat nasional.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait