Duta GenRe Kendal Didorong Jadi Agen Perubahan Remaja

Senin, 21 September 2026 | 13.19 WIB
Pengukuhan bunda dan kakak duta genre kabupaten kendal. (edhot)
Pengukuhan bunda dan kakak duta genre kabupaten kendal. (edhot)

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dikukuhkan sebagai Bunda GenRe 2026. Duta GenRe diminta aktif mengedukasi remaja soal kesehatan mental dan pernikahan dini.

KENDAL, puskapik.com – Selempang dan gelar Duta Generasi Berencana (GenRe) bukan menjadi akhir perjuangan. Justru setelah dinobatkan, para duta dituntut turun ke tengah remaja untuk ikut menjawab persoalan yang masih membayangi generasi muda, mulai dari pernikahan dini hingga kesehatan mental.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari setelah dikukuhkan sebagai Bunda GenRe Kabupaten Kendal dalam Grand Final Apresiasi Duta GenRe Kabupaten Kendal 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

Dyah meminta Duta GenRe tidak sekadar menjadi pemenang kompetisi. Mereka harus mampu menjadi teladan sekaligus sumber informasi bagi remaja di lingkungannya.

Baca Juga: Nyadran Gunung Sriwulan Kendal, Tradisi Syukur yang Terus Dijaga Warga

“Duta GenRe bukan hanya seorang pemenang kompetisi, tetapi diharapkan mampu menjadi teladan, inspirasi, pendidik, konselor dan agen perubahan di lingkungan masing-masing,” kata Dyah.

Menurutnya, pengukuhan Bunda dan Kakak GenRe bukan sekadar seremoni. Ada tanggung jawab untuk memberikan perhatian, pengayoman, dukungan dan motivasi kepada generasi muda agar tumbuh sehat, berkarakter, mandiri dan berprestasi.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus adalah kesehatan mental remaja. Dyah menyinggung kasus seorang remaja berusia 16 tahun di Kecamatan Patean yang meninggal dunia akibat bunuh diri.

Baca Juga: Demi Keberlangsungan Usaha Nelayan, Ahmad Luthfi Dukung Penuh Penindakan BBM Ilegal

Peristiwa tersebut, menurut dia, menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental tidak bisa diabaikan dan membutuhkan perhatian bersama.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan edukasi kepada generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal, termasuk tugas Duta GenRe nantinya,” tegasnya.

Duta GenRe diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan yang mampu memberikan edukasi dan mendorong remaja untuk lebih terbuka terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Selain kesehatan mental, persoalan pernikahan dini juga menjadi perhatian Pemkab Kendal. Dyah menyebut angka pernikahan dini di Kendal masih cukup tinggi.

Karena itu, remaja didorong memiliki perencanaan masa depan yang matang, termasuk pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga dan berbagai pilihan yang akan menentukan masa depannya.

“Pernikahan dini di Kabupaten Kendal masih cukup tinggi. Ini tentunya termasuk tugas Duta GenRe untuk memberikan edukasi kepada para remaja Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Dyah juga mengingatkan generasi muda agar lebih bijak menggunakan teknologi dan media sosial. Ruang digital, menurutnya, perlu diisi dengan informasi dan kegiatan yang memberikan dampak positif.

“Kepada Duta GenRe, jangan berhenti setelah menerima selempang penghargaan ataupun gelar. Justru setelah malam ini tanggung jawab semakin besar,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rusman Efendi mengatakan, lebih dari 235 ribu remaja di Kendal menjadi sasaran penguatan Program GenRe.

“Remaja adalah harapan bangsa. Di tangan pemudalah masa depan bangsa,” ujarnya.

Plt Kepala DP2KB2PA Kendal Ratna Mustikaningsih menambahkan, proses pemilihan Duta GenRe 2026 diikuti 70 remaja. Setelah melalui sejumlah tahapan, peserta kemudian disaring menjadi 10 pasang finalis.

Para finalis mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari welcome party, karantina, preliminary hingga Grand Final.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pengadilan Negeri Kendal Solomina Maike Saliyama dan Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy juga dikukuhkan sebagai Kakak GenRe Kabupaten Kendal.

Artikel Terkait