Festival Jogo Lemah-Urip Kendal Tegaskan Perjuangan Petani Tak Hanya Lewat Jalur Hukum

Minggu, 5 April 2026 | 18.58
Petani di Sukorejo Kendal gelar festival jogo lemah urip bentuk perjuangan lewat mimbar bebas. dokumen
Petani di Sukorejo Kendal gelar festival jogo lemah urip bentuk perjuangan lewat mimbar bebas. dokumen

Petani Dayunan gelar Festival Jogo Lemah-Urip, perjuangan agraria lewat jalur sosial budaya untuk bangun solidaritas dan gaungkan aspirasi warga

KENDAL,puskapik.com – Festival Jogo Lemah-Urip yang digelar Paguyuban Tani Kawulo Alit Mandiri Dayunan pada 3–4 April 2026 di Dusun Dayunan, Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, menjadi penegasan bahwa perjuangan warga tidak hanya dilakukan melalui jalur hukum, tetapi juga lewat gerakan sosial dan budaya.

Di tengah konflik agraria yang telah berlangsung puluhan tahun, warga Dayunan memilih menghadirkan festival sebagai ruang konsolidasi sekaligus media penyampaian aspirasi.

Baca Juga: Pemkab Kendal Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026

Berbagai kegiatan seperti diskusi publik, aksi solidaritas, hingga panggung kebudayaan menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan masyarakat.

Keterlibatan aktivis lingkungan, mahasiswa, serta lembaga bantuan hukum dalam festival tersebut menunjukkan bahwa persoalan agraria yang dihadapi warga telah menjadi perhatian luas lintas elemen.

Baca Juga: Aktivitas Meningkat, Radius Aman Gunung Slamet Meluas Jadi 3 Kilometer

Ketua Paguyuban Petani Kawulo Alit Dayunan, Trisminah, menegaskan bahwa pendekatan kultural dan sosial menjadi bagian penting dalam perjuangan warga.

“Menjaga tanah itu bagian dari menjaga kehidupan. Kalau tidak ada tanah garapan, maka tidak ada keberlanjutan hidup bagi kami,” ujarnya.

Menurutnya, warga tidak hanya bergantung pada proses hukum yang panjang dan kompleks, tetapi juga membangun kesadaran publik melalui kegiatan sosial dan budaya agar persoalan mereka lebih luas dipahami.

Warga Dayunan sendiri mengaku telah mengelola lahan sengketa sejak era 1970-an. Tanah tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait